BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Belajar dan beraktivitas tidak mengenal batas usia. Semangat tersebut terlihat dari kunjungan 50 peserta Sekolah Lansia Cahaya Fitrah Insani di Pasir Layung, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Bandung Barat, Senin (5/10).
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan kunjungan diisi dengan pembelajaran interaktif dan praktik pengolahan pangan lokal di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah produk pertanian lokal di seluruh lapisan masyarakat.
"Pertanian tidak hanya berbicara soal tanam dan panen, juga bagaimana kita memberi nilai tambah pada hasil tani lokal agar bernilai ekonomi tinggi dan memberikan kebiasaan konsumsi pangan yang sehat bagi masyarakat," katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti apresiasi keaktifan masyarakat menyerap inovasi pertanian.
"Edukasi pengolahan hasil pertanian merupakan bentuk nyata transfer teknologi yang inklusif. Kami berharap keterampilan praktis tersebut memicu kreativitas dan kemandirian ekonomi, baik untuk skala rumah tangga maupun wirausaha," katanya.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan kunjungan di UPT Pelatihan Kementan,
bertujuan memberikan wawasan praktis tentang pengolahan hasil pertanian dan diversifikasi pangan lokal sebagai inspirasi kegiatan produktif di usia lanjut.
"Rangkaian kegiatan diawali pembagian peserta menjadi dua kelompok, untuk mengikuti praktik pembuatan egg roll kentang dan es krim jagung dengan pendampingan tenaga ahli BBPP Lembang," katanya.
Saptoningsih, Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian memandu praktik pembuatan egg roll kentang.
Menggunakan bahan utama kentang yang dicampur adonan khusus, peserta diajak mencetak dan memutarnya (rolling) menggunakan sumpit hingga menjadi kudapan renyah.
Produksi Laboratorium
Di akhir sesi praktikum, seluruh peserta mendapat bingkisan sampel egg roll produksi Laboratorium BBPP Lembang.
Pemanfaatan kentang menjadi eggroll menjadi contoh sederhana diversifikasi pangan lokal sekaligus upaya memberikan nilai tambah pada komoditas pertanian.
Bagi peserta lansia, keterampilan tersebut juga menjadi inspirasi untuk mengisi waktu luang secara produktif maupun dikembangkan menjadi kegiatan usaha skala rumah tangga.
Sementara itu di sudut laboratorium lainnya, petugas laboratorium, Widiasari memandu pembuatan es krim jagung.
Produk tersebut memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh seperti jagung, susu UHT, susu kental manis, telur dan pengemulsi dengan bantuan blender dan mixer sebelum disimpan dalam lemari pendingin.
Produk Olahan
Tidak hanya jagung dan kentang, Laboratorium Pengolahan Hasil BBPP Lembang juga mengembangkan beragam produk olahan berbasis komoditas pertanian lainnya mulai es krim mangga, kopi hingga cabai.
Peserta juga dapat melihat dan membeli sejumlah produk olahan seperti sistik wortel, abon cabai, dan manisan terong.
Salah seorang peserta, Isti menyampaikan kepuasannya atas kegiatan kali ini. Kunjungan ke BBPP Lembang memberikan pengalaman yang interaktif dan bermanfaat.
"Kunjungannya sangat seru dan interaktif, karena bisa praktik langsung dipandu oleh ahlinya. Pengalaman tersebut jadi ide bagus untuk dicoba di rumah. Kami tentu ingin berkunjung kembali ke BBPP Lembang," katanya.
Screen House
Usai sesi praktikum olahan hasil pertanian, peserta diajak melihat Screen House tanaman tomat yang menerapkan sistem irigasi tetes.
Peserta dapat melihat secara langsung penerapan teknologi budidaya sekaligus membeli tomat hasil produksi.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Screen Tanaman Hias yang menampilkan berbagai koleksi anggrek, kaktus dan sukulen.
Antusiasme peserta terlihat dari ketertarikan mereka untuk membeli sejumlah tanaman yang tersedia.
Kegiatan kunjungan menjadi salah satu bentuk edukasi pertanian yang dikemas menyenangkan dan aplikatif.
Melalui pengalaman langsung, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan hasil pertanian, juga mendapatkan inspirasi untuk memanfaatkan waktu secara produktif dan mengenal lebih dekat potensi pertanian di lingkungan sekitar. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]