05 Oktober 2026
Pertanian

Agribisnis Kopi kian Menarik, UPT Kementan Latih Generasi Muda

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan Widyaiswara BBPP Lembang, Estu Hariyani, pemateri yang menguraikan potensi budidaya tanaman kopi. Sementara Widyaiswara Dewi Padmisari, menguraikan tentang sortasi kopi, yang dilakukan untuk mendapatkan kopi terbaik dari hasil panen, yang tidak sesuai kualitas disisihkan, untuk memilih terbaik.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) berupaya melakukan regenerasi petani dengan menarik minat pemuda sebanyak mungkin ke sektor pertanian. 

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, upaya tersebut dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang aktif memberi pelatihan gratis pada peserta PKL.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengingatkan bahwa petani muda adalah masa depan dari bangsa ini kelak.

"Regenerasi petani sangat krusial. Indonesia butuh pemuda bersemangat tinggi, cerdas, dan berkarakter kuat untuk jadi garda terdepan ketahanan pangan nasional," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pelatihan adalah bagian dari upaya pemerintah mendorong regenerasi petani, mengingat jumlah petani yang semakin menua.

Kabalai juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Kementan telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai pendidikan hingga pelatihan untuk mendukung semangat pemuda di sektor pertanian.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda, khususnya anak petani, untuk mengembangkan diri di sektor ini,” tambahnya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan fasilitas-fasilitas di BBPP Lembang tersedia untuk pelatihan bagi berbagai kalangan.

"Dengan luas lahan sebesar 9 hektar, berbagai komoditas dibudidayakan sebagai sarana praktik dan berlatih," katanya.

Ahmad Dedy Syathori menambahkan, sebagai salah satu UPT yang terletak di dataran tinggi, BBPP Lembang membudidayakan tanaman kopi arabika yang menjadi sarana praktik. 

"Bagi para peserta PKL, materi pelatihan agribisnis mencakup budidaya, perawatan, pemanenan, hingga pasca-panen dan pengolahan," katanya.

Potensi Kopi

Widyaiswara BBPP Lembang, Estu Hariyani yang menjadi pemateri menerangkan potensi budidaya tanaman kopi.

“Misal, adik-adik budidaya kopi, dari tiap tahapnya akan terjadi penambahan nilai. Mulai ceri kopi sampai ke green beans sudah terjadi peningkatan nilai berkali lipat,” katanya (30/9).

Peningkatan nilai tersebut, kata Estu Hariyani, akan terus bertambah hingga menjadi secangkir kopi dan menghasilkan untung yang menjanjikan.

Sementara itu, pada materi penyortiran kopi, Widyaiswara Dewi Padmisari, menerangkan tentang sortasi kopi. Sortasi dilakukan untuk mendapatkan kopi terbaik dari hasil panen. Kopi yang tidak sesuai kualitas disisihkan, kemudian yang terbaik dipilih.

“Tujuannya, adik-adik mendapatkan untung maksimal, kualitas biji kopi yang terbaik harus dipilih dan dipilah dari yang kurang baik,” terangnya.

Menutup, Kepala BBPP Lembang Ahmad Dedy Syathori menerangkan bahwa balai pelatihan seperti BBPP Lembang memiliki peran penting dalam pengembangan SDM pertanian.

“Sebagai UPT di bawah BPPSDMP, kita bukan sekadar menyelenggarakan pelatihan. Kita sedang menyiapkan manusia untuk masa depan pertanian Indonesia,” tutupnya. [afriski/chetty/dary/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup