03 Oktober 2026
Pertanian

Konsultasi Agribisnis Keliling, UPT Pelatihan Kementan Ajak Gen Z Cintai Pertanian

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori [kiri, insert kiri atas] membuka KAK didampingi Plt. Kepala SMKN 2 Subang, Lili Ramdani. Siswa/i mendapatkan materi yang dikemas terpadu oleh para Widyaiswara yakni Cece Mulyana, Ida Farida dan Bayu Sumantri memaparkan aneka teknik budidaya seperti hidroponik, tanaman hias, nilai tambah cabai dilengkapi demonstrasi contoh produk olahan.

SUBANG (Kepopedia) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selaku Unit Pelatihan Teknis (UPT) Pelatihan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa mengimplementasikan komitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian bagi kalangan usia muda yakni Gen Z di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan komitmen Kementan bagi Gen Z diimplementasikan pada kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) di SMK Negeri 2 Subang di Kabupaten Subang, Jabar, diikuti puluhan siswa/i kelas XI dan XII jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) pada Rabu (30/9). 

​Upaya BBPP Lembang sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya peran pemuda menjaga ketahanan pangan nasional. 

"Generasi muda adalah kunci utama keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. Inovasi, teknologi dan pendampingan yang tepat, kita harus memastikan para pelajar tani siap menjadi wirausahawan mandiri berdaya saing tinggi," katanya.

​Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengapresiasi langkah nyata penyiapan SDM muda di daerah seperti dilakukan BBPP Lembang.. 

"Peningkatan kompetensi SDM pertanian modern harus dimulai dari bangku sekolah. Program edukasi langsung, memberikan dorongan nyata agar siswa tidak hanya memahami teori, juga terampil secara teknis dan berjiwa agribisnis," katanya.
​
BBPP Lembang
Kegiatan KAK di SMK Negeri 2 Subang dibuka oleh Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori yang menyatakan bahwa siswa SMK pertanian merupakan aset vital bagi masa depan sektor pertanian nasional yang membutuhkan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. 

"Program KAK merupakan bentuk pelayanan konsultasi dan edukasi agribisnis secara proaktif dengan terjun langsung ke lapangan, guna mentransfer ilmu teknis serta wawasan kewirausahaan kepada para pelajar," katanya.

Sambutan hangat dikemukakan oleh Plt. Kepala SMKN 2 Subang, Lili Ramdani, yang mengapresiasi kedatangan tim BBPP Lembang dipimpin Kabalai Ahmad Dedy Syathori.

Lili Ramdani berharap kegiatan interaktif bersama para Widyaiswara dapat diselenggarakan secara berkala demi meningkatkan keterampilan para siswa.
​
Selama KAK berlangsung, para siswa/i mendapatkan materi yang dikemas terpadu oleh para Widyaiswara. Cece Mulyana mengawali sesi, dengan memaparkan teknik budidaya hidroponik serta memandu peserta pada praktik instalasi Sistem Irigasi Tetes. 

Berlanjut ke sektor tanaman hias, Ida Farida menyampaikan materi budidaya tanaman hias, yang dilanjutkan dengan praktik perbanyakan sukulen. 

Semangat Kewirausahaan
Bayu Sumantri menutup rangkaian materi dengan mengulas agribisnis nilai tambah cabai, dilengkapi demonstrasi contoh produk olahan untuk memotivasi semangat kewirausahaan para siswa.

​"Para peserta KAK tampak sangat antusias menyerap setiap ilmu yang disajikan, terlebih saat diajak terlibat langsung pada sesi praktik," katanya. 

Salwa, siswi kelas XI, mengaku terkesan karena materi yang disampaikan tergolong rumit, namun menjadi lebih mudah dipahami, karena demonstrasi langsung. 

Apresiasi senada diungkapkan Radit, siswa kelas XII, yang menilai kegiatan KAK memberikan banyak wawasan dan keterampilan praktis baru yang melengkapi pembelajaran teoretis mereka di dalam kelas.

​"Program KAK merupakan wujud nyata komitmen BBPP Lembang memberikan pelayanan publik yang inklusif dan menjangkau masyarakat secara langsung," kata Kabalai Ahmad Dedy Syathori.

Menurutnya, BBPP Lembang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Program KAK diproyeksikan akan berlanjut dari sekolah ke sekolah di seluruh wilayah Jabar secara berkelanjutan sepanjang 2026. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup