05 Oktober 2026
Pertanian

Terapkan PM-AAS, Kementan Dukung Pangandaran Jaga Swasembada Pangan

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan metode PM-AAS, wujud transformasi pertanian modern, mengedepankan efisiensi dan produktivitas. Teknologi dan pendampingan, petani memperoleh hasil lebih tinggi, penggunaan sarana produksi lebih efisien dan peningkatan pendapatan usaha tani.

PANGANDARAN (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) merangkul daerah dan stakeholders mengimplementasikan metode Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) salah satunya Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (30/9) melalui Gerakan Tanam (Gertam) PM-AAS untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, saat ini, Kementan terus melakukan pengembangan metode tanam PM-AAS yang potensial meningkatkan produktivitas lahan. 

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa PM-AAS merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dengan mengedepankan efisiensi dan produktivitas.

"Penerapannya perlu didukung teknologi dan pendampingan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani," katanya.

Mentan Amran mengatakan, potensi PM-AAS dapat meningkatkan 10-13 ton per hektare. Hasilnya sangat menggembirakan, naik dua kali lipat. 

"Yang dulu rata-rata 5 ton, 5,5 ton, sekarang menjadi 11 ton, 12 ton, ada 13 ton per hektare,” ungkapnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang pentingnya penguatan peran SDM pertanian mendukung keberhasilan program.

"Petani dan penyuluh perlu memahami teknis PM-AAS, termasuk perencanaan kebutuhan sarana produksi, penerapan teknik tanam, pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan atau OPT," katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, guna mendukung hal tersebut, BPPSDMP Kementan menugaskan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan di antaranya BBPP Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jabar untuk sinergi dengan penyuluh dan petani di sejumlah daerah.

“PM-AAS merupakan wujud transformasi pertanian modern yang mengedepankan efisiensi dan produktivitas," katanya.

Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat, kata Ahmad Dedy Syathori, petani dapat memperoleh hasil yang lebih tinggi, penggunaan sarana produksi lebih efisien dan peningkatan pendapatan usaha tani.

“Saat ini, Kementan akan terus melakukan pengembangan PM-AAS yang berpotensi meningkatkan produktivitas lahan,” katanya.

Pemkab Pangandaran

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan mengatakan di wilayah kerjanya, salah satu Demplot PM-AAS berada di Kecamatan Cijulang. Lokasi tersebut dipilih atas antusiasme petani dan penyuluh menjalankannya. 

“Petani di daerah Cijulang antusias ketika kami diseminasikan mengenai PM-AAS,” katanya.

Yadi Gunawan menambahkan, PM-AAS adalah teknologi baru namun terdapat tantangan dalam implementasinya. Hal ini memerlukan kinerja penyuluh untuk menjaga agar lahan tetap produktif.

“Dengan PM-AAS, ada prinsip-prinsip yang harus kita ikuti di antaranya menggunakan Alternate Wetting and Drying (AWD), menggunakan herbisida dan pestisida organik juga penggunaan teknologi tepat guna lainnya," katanya lagi.

Gertam menggunakan alat yang digencarkan pada PM-AAS. Pada kesempatan tersebut, penyuluh dari Co-Working Space Kabupaten Pangandaran telah menerapkan drum seeder untuk digunakan petani. 

"Dengan drum seeder tersebut, petani tidak perlu khawatir menghitung jarak tanam antara tumbuhan padi sehingga mendapat nutrisi optimal," katanya.

Yadi Gunawan berharap PM-AAS di Kabupaten Pangandaran berjalan lancar dan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi petani,” kata Yadi. [afriski/chetty/dary/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup