KOTA BOGOR (Kepopedia) - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya ancaman siber, kemampuan aparatur dalam menjaga keamanan digital menjadi hal yang semakin penting.
Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar kegiatan ´Membangun Ketahanan Digital di Lingkup ASN´ pada Senin (25/5).
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP mengatakan, kegiatan tersebut dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran pegawai terhadap keamanan siber, literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Kementan terus memperkuat transformasi digital di sektor pertanian melalui kerja sama strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Sinergi ini menjadi bentuk komitmen Kementan dan BSSN memperkuat keamanan data dan sistem digital pertanian nasional guna mendukung terwujudnya kedaulatan dan kemandirian pangan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pangan merupakan sektor vital yang harus terlindungi dari berbagai ancaman, termasuk serangan siber.
"Penguatan sistem keamanan digital di lingkungan Kementan dinilai sangat penting agar seluruh proses kerja, pengelolaan data, dan komunikasi dapat berjalan aman serta optimal," katanya.
Kementan memerlukan perlindungan dan dukungan khusus untuk sektor pertanian. Sistem siber harus diperkuat agar kinerja Kementan tetap berjalan optimal.
"Pangan adalah sektor strategis, karena jika pangan terganggu maka negara juga akan terdampak,” katanya.
Kepala Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci mendorong transformasi pertanian yang modern dan berkelanjutan.
BB Pustaka
Secara virtual, Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, seluruh pegawai dituntut untuk tetap kreatif dan adaptif dalam bekerja.
“Dengan keterbatasan kita dituntut untuk berkreativitas. Kedisiplinan pegawai harus ditingkatkan dan dijadikan sebagai hal mendasar dalam diri," katanya.
Perkuat komunikasi antar tim kerja, seluruh pegawai harus mengetahui tata naskah dinas, gali potensi di dalam diri.
"Aplikasi Srikandi harus dimanfaatkan dengan baik, dan media sosial harus digunakan secara optimal untuk percepatan penyebaran informasi,” kata Eko Nugroho DP.
Keamanan Siber
Kegiatan sosialisasi menghadirkan beberapa narasumber internal maupun eksternal BB Pustaka.
Narasumber pertama, Suryono dari Tim Kerja Kepegawaian, menyampaikan materi mengenai hak dan kewajiban ASN serta tanggung jawab pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi di lingkungan kerja.
Narasumber selanjutnya, Pranata Komputer Ahli Muda, Rahman Sujatman memaparkan materi mengenai penguatan keamanan siber terhadap infrastruktur, aplikasi, data, dan jaringan.
Materi bertujuan meningkatkan kewaspadaan pegawai terhadap ancaman digital yang semakin berkembang.
Menurut narasumber Dean Apriana Ramadhan dari IPB University menyampaikan materi bertajuk ´Literasi Keamanan dan Identitas Digital ASN Menuju Ketahanan Digital BB Pustaka yang Damai di Era Digital´.
Ancaman Digital
Dean mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman digital, khususnya praktik phishing atau ´pancingan´ digital yang dapat membahayakan keamanan data dan identitas pengguna.
Perwakilan dari Tim Kearsipan menyampaikan materi mengenai penguatan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dalam mendukung digitalisasi di lingkungan BB Pustaka.
Di akhir kegiatan, para pegawai juga dibekali materi mengenai pemanfaatan media digital melalui penyebaran informasi dalam format berita yang disampaikan oleh Pranata Humas Ahli Muda, Shintawati Octaviani.
Melalui materi tersebut, para pegawai diharapkan mampu mendokumentasikan dan melaporkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk berita informatif dan menarik.
Melalui kegiatan ini, BB Pustaka berharap seluruh pegawai dapat meningkatkan literasi digital, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif dalam mendukung transformasi digital di lingkungan kerja.[ibrahim/shinta/timhumas bbpustaka]