21 Juli 2026
Pertanian

Pacu Produksi Beras Sultra, UPT Kementan Latih 198 Pengelola Brigade Pangan

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Sultra mengatakan, peserta `Pelatihan Manajerial bagi Pengelola Brigade Pangan Sultra` di Kendari, dibekali materi tentang kelembagaan Brigade Pangan, kewirausahaan, manajemen alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan serta pengelolaan keuangan.

KENDARI (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat kapasitasSDM pertanian di seluruh Indonesia, sebagai langkah strategis mempercepat terwujudnya Swasembada Pangan nasional. 

Upaya tersebut ditempuh oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku yang menggelar ´Pelatihan Manajerial bagi Pengelola Brigade Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara´ berlangsung tiga hari, 15 - 17 Juli 2026 di Kendari, yang diikuti oleh 198 peserta dari 33 Brigade Pangan.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Sultra mengatakan pelatihan dilaksanakan dalam 13 angkatan yang tersebar pada lima kabupaten yakni Bombana 2 angkatan, Kolaka Timur (4), Konawe (4), Konawe Selatan (2) dan Konawe Utara (1).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan bagian penting dari strategi Kementan, memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi pertanian modern dan keterlibatan generasi muda.

"Kami ingin Brigade Pangan menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," katanya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa Brigade Pangan harus mampu bertransformasi menjadi kelembagaan profesional dan mandiri.

"Setelah memperoleh dukungan awal dari pemerintah, Brigade Pangan harus mampu berkembang secara mandiri melalui perencanaan usaha profesional dan berkelanjutan," katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Sultra mengatakan,

peserta ´Pelatihan Manajerial bagi Pengelola Brigade Pangan Sultra´ dibekali materi tentang kelembagaan Brigade Pangan, kewirausahaan, manajemen alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan serta pengelolaan keuangan. 

"Kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif untuk identifikasi tantangan di lapangan dan merumuskan strategi pengelolaan brigade yang lebih efektif serta berorientasi pada pengembangan usaha," katanya.

Jamaluddin Al Afgani berharap pelatihan semakin memperkuat sinergi antara pengelola Brigade Pangan, penyuluh dan pendamping lapangan.

"Melalui pelatihan diharapkan kegiatan koordinasi, baik secara teknis maupun manajerial, semakin kuat sehingga kualitas pengelolaan Brigade Pangan terus meningkat," katanya.

Testimoni Peserta

Salah seorang peserta, Ayu Nurwanti, Pengelola Brigade Pangan Tawa Oputu Jaya di Kabupaten Konawe Selatan, mengaku pelatihan memberikan banyak pengetahuan yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

"Materi yang kami terima sangat sesuai dengan kebutuhan kami. Ini menjadi bekal untuk mengembangkan Brigade Pangan agar lebih profesional, mandiri dan mampu meningkatkan produktivitas usaha tani," katanya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, Kementan berharap Brigade Pangan tidak hanya menjadi penggerak mekanisasi pertanian di daerah, juga berkembang sebagai kelembagaan ekonomi yang tangguh, profesional, dan berkelanjutan mendukung percepatan swasembada pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup