LUWU UTARA - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku terus memperkuat kapasitas SDM pertanian melalui ´Pelatihan Manajerial Brigade Pangan´ yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Masamba, Kabupaten Luwu Utara selama tiga hari, 14 - 16 Juli 2026.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, pelatihan yang diikuti 18 penyuluh pertanian bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh mendampingi, membina dan memperkuat kelembagaan Brigade Pangan sebagai ujung tombak percepatan Swasembada Pangan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu strategi Kementan, untuk memperkuat Ketahanan Pangan nasional melalui penerapan teknologi modern, peningkatan produktivitas dan pelibatan generasi muda pada pembangunan sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penyuluh memiliki peran strategis sebagai agen perubahan mengawal berbagai program prioritas Kementerian Pertanian.
"Penyuluh menjadi ujung tombak pelaksanaan Luas Tambah Tanam (LTT), Optimalisasi Lahan (Oplah) rawa dan nonrawa, pengembangan padi lahan kering, akses petani terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendampingan penggunaan benih unggul dan pupuk secara efisien serta penguatan Brigade Pangan sebagai bagian dari regenerasi pertanian yang adaptif terhadap teknologi," katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dalam arahannya secara virtual mengingatkan pentingnya peran penyuluh membangun Brigade Pangan yang profesional dan berkelanjutan.
"Penyuluh harus mampu memberikan motivasi kepada pengelola Brigade Pangan, termasuk mendorong penerapan administrasi dan pencatatan usaha yang baik sebagai dasar mengukur perkembangan dan peningkatan pendapatan," katanya.
Selama tiga hari pelatihan, kata Jamaluddin Al Afgani, peserta mendapatkan materi tentang kelembagaan Brigade Pangan, kewirausahaan dan manajemen pengelolaan alat dan mesin pertanian (Asintan).
"Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan penyuluh membangun organisasi Brigade Pangan yang solid, menumbuhkan jiwa kewirausahaan petani dan mengoptimalkan pemanfaatan Alsintan, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani," katanya lagi.
Testimoni Peserta
Darwin, salah satu peserta ´Pelatihan Manajerial Brigade Pangan´ di BPP Masamba mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti pelatihan yang yang digelar oleh BBPP Batangkaluku.
"Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai penguatan kelembagaan dan tata kelola Brigade Pangan," katanya.
Bekal tersebut, kata Darwin, akan sangat membantu penyuluh mendampingi petani agar Brigade Pangan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, juga dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, melalui kegiatan pelatihan tersebut, BBPP Batangkaluku menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas penyuluh sebagai garda terdepan pembangunan pertanian.
"Dengan penyuluh yang semakin kompeten, Brigade Pangan diharapkan mampu berkembang menjadi kelembagaan petani yang kuat, modern dan berdaya saing mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]