20 Juli 2026
Pertanian

Pacu Produksi Pangan, BBPP Batangkaluku Dukung Kementan gelar Gertam Serempak

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan Gertam Serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan serta mendorong peningkatan Indeks Pertanaman [IP] menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

NGANJUK (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) menggelar Gerakan Tanam (Gertam) Serempak pada 26 provinsi, sebagai langkah percepatan peningkatan produksi pangan nasional serta memperkuat capaian Swasembada Pangan. Gertam Serempak fokus untuk mempercepat pemanfaatan lahan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) agar segera berproduksi dan meningkatkan luas tanam pada sejumlah sentra produksi.

Gertam Serempak dipusatkan di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (18/7) yang dilaksanakan pada lahan Oplah Tahun 2024 - 2025 serta CSR Tahun 2025. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas lahan, sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan percepatan tanam merupakan strategi penting untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional.

"Percepatan tanam dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memastikan lahan-lahan yang telah mendapat dukungan pemerintah segera berproduksi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan Gertam Serempak bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan luas tanam, mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) serta mendorong produksi pangan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan kuat. Penyuluh bersama petani menjadi ujung tombak, untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal," katanya.

Menurut Kabadan SDM, Kementan menargetkan IP mencapai 200 pada akhir Juli 2026 sebagai salah satu indikator peningkatan produktivitas lahan.

"Tujuan kita adalah meningkatkan indeks pertanaman. Tantangan tentu ada, tetapi dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak saya yakin target tersebut dapat tercapai," ungkap Idha Widi Arsanti yang akrab disapa Santi.

Cadangan Beras Pemerintah
Keberhasilan Swasembada Pangan yang telah diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pertanian, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Capaian tersebut, lanjut Santi, tercermin dari meningkatnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga sekitar 5,2 juta ton pada pertengahan Juli 2026, atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sementara itu, serapan beras dalam negeri telah mencapai sekitar 3,4 juta ton setara beras.

"Hal itu menunjukkan berbagai program peningkatan produksi yang dijalankan pemerintah mulai memberikan hasil nyata dan menjadi modal penting menjaga stabilitas pangan nasional," jelasnya.

Selain meningkatkan produktivitas, Kementan juga terus memperluas areal pertanian melalui program ekstensifikasi yang didukung penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). 

Program PM-AAS
Kabadan Santi menambahkan, Program PM-AAS mengintegrasikan mekanisasi, konsolidasi lahan, dan pengelolaan usaha tani modern guna meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas pertanian.

"PM-AAS menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat transformasi menuju pertanian modern yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan," katanya.

Gertam Serempak melibatkan pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, TNI-Polri dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan.

Melalui percepatan tanam di lahan Oplah dan CSR, Kementan berharap peningkatan luas tanam dan produktivitas dapat terus terjaga sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempertahankan capaian swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup