BANJARBARU (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) senantiasa mendukung Ketahanan Pangan, bagian dari visi Indonesia Maju Indonesia Emas. Sekolah konsisten mendukung kebijakan sektor pertanian melalui berbagai bentuk kolaborasi antarlembaga di antaranya Kepolisian RI (Polri).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, upaya sinergi dilakukan Kementan dengan Polri pada ´Panen Jagung Bersama´ sinergi dengan Polisi Resort Kota (Polresta) Banjarbaru pada lahan Teaching Factory (Tefa) SMK-PP Negeri Banjarbaru, Senin, (20/7).
Dukungan tersebut selaras arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa Kementan fokus pada peningkatan produksi pangan terutama padi, untuk mempercepat Swasembada Jagung sebagai prioritas nasional.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang pentingnya kolaborasi lintas pemangku kebijakan.
“Semua harus berkolaborasi untuk mendorong ketahanan pangan nasional. Peran petani sangat penting. Untuk mencapai swasembada jagung, kita harus bekerja keras bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi dan teknologi pertanian yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan Panen Jagung Bersama berlangsung di lahan praktik TeFa Guntung Lua.
Kegiatan panen dihadiri sejumlah petani, perwakilan Polresta Banjarbaru, perwakilan BMKG Banjarbaru, Bulog, Kapolsekta Banjarbaru Utara, DKP3 Kota Banjarbaru, penyuluh, PT Maxxi Tani, PT Tjokro Bersaudara Banjarindo, Eka Oktavian.
Angga Tri A.P. dalam sambutannya mengatakan, SMK-PP Negeri Banjarbaru merupakan UPT Kementan, sehingga program-program nasional, Kementan wajib mendukung, salah satunya program ketahanan pangan pada komoditas jagung," katanya.
Dia apresiasi dukungan Polri melalui upaya simbiosa mutualisme, mendukung Ketahanan Pangan, khususnya jagung.
"Mudah-mudah semakin berkah dan bertambah di lokasi kita dan menyumbang terhadap ketahanan pangan nasional," ungkap Angga Tri.
Komitmen Polri
Kapolresta Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda diwakili Kepala Bagian Operasi Polresta Banjarbaru, Kompol Agus Sugiarto mengatakan kegiatan tersebut merupakan “Ini program nasional, yang akan terus berlanjut ke penanaman selanjutnya.
"Sinergitas ini perlu kita jaga, antara Polri dengan instansi pendukung lainnya mendukung ketahanan pangan khususnya jagung," katanya.
Kompol Agus Sugiarto menambahkan, Polres Banjarbaru senantiasa memberi perhatian dan berkomitmen terjun langsung.
"Hambatan kita diskusikan.Apa yang bisa kita bantu. Hal itu sesuai Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2022 tentang Harkamtibnas, bahwa ketahanan pangan itu penting bagi kita," katanya.
Jagung Pipil
Angga Tri A.P. mengatakan bahwa panen di lahan TeFa SMK-PP Negeri Banjarbaru seluas 3 hektar yang terbagi pada dua lokasi lahan praktik Guntung Lua SMK-PP Negeri Banjarbaru.
"Nantinya akan dikeringkan di wilayah Polres Banjarbaru, dan akan segera diserap oleh Bulog Kalsel," katanya.
Ada pun jenis jagung, ungkap Angga Tri A.P. adalah jagung pipil dengan jenis Sumo Sakti, yang telah di tanam selama 110 sampai 112 hari.
"Hasil panen diperkirakan mencapai 10 ton mengacu pada hasil ubinan dengan kadar air 31 persen," katanya lagi. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]