18 April 2026
Pertanian

Cetak SDM Kompeten, 82 Siswa SMKPPN Kementan di Banjarbaru Lulus Uji Sertifikasi

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP mengatakan sertifikasi kompetensi mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementan.

BANJARBARU (Kepopedia) - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian RI (Kementan) kembali menyelenggarakan ´Uji Sertifikasi Kompetensi Bidang Pertanian´ bagi siswa/i kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Pramana mengatakan sebanyak 82 siswa/i mengikuti asesmen selama empat hari, 13 - 16 April 2026 yang berlangsung di lingkungan kampus serta lahan praktik SMK-PP Negeri Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kegiatan uji sertifikasi, bagian dari upaya Kementan meningkatkan kualitas SDM pertanian sesuai arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya menyiapkan generasi muda yang siap terjun ke sektor pertanian melalui pendidikan vokasi.

“Pertanian adalah sektor strategis yang menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan bangsa. Generasi muda harus dibekali keterampilan mumpuni agar mampu menghadapi tantangan dan peluang di bidang pertanian modern. 

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa uji kompetensi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing lulusan SMK pertanian.

“Melalui uji kompetensi, kita memastikan peserta didik memiliki keterampilan sesuai standar industri. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sektor pertanian,” jelasnya.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Pramana mengatakan pada pelaksanaan kali ini, terdapat tiga skema sertifikasi yang diujikan, yakni skema pemeliharaan tanaman hidroponik bagi kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).

"Skema mandor kebun kelapa sawit bagi Agribisnis Tanaman Perkebunan disingkat ATP dan skema pembuatan selai buah nanas untuk kompetensi keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian atau APHP," katanya.

Angga Tri AP menambahkan, sertifikasi kompetensi mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementan. 

"Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan di Tempat Uji Kompetensi (TUK), salah satunya di SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kalsel," ungkapnya.

Pada acara penutupan yang digelar Kamis (16/4), salah satu asesor, Arif Wicaksono mewakili tim asesor menyampaikan bahwa seluruh peserta dinyatakan kompeten.

“Dari 82 asesi yang mengikuti uji kompetensi, seluruhnya direkomendasikan kompeten,” ungkapnya.

Kompetensi Keahlian

Wakasek Kurikulum, Airin Nurmarita mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Ap menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian para siswa. Ia berharap hasil ini menjadi bekal penting dalam menapaki masa depan di sektor pertanian.

“Hari ini kalian dinyatakan kompeten sesuai bidang keahlian masing-masing. Semoga kalian dapat menjadi generasi penerus pembangunan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Airin Nurmarita menambahkan bahwa sertifikasi ini menjadi nilai tambah selain ijazah, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan industri.

Sebagai informasi, 82 peserta terdiri atas tiga kompetensi keahlian yakni 32 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 29 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) dan 21 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

"Melalui pendidikan vokasi dan uji kompetensi, kita mencetak tenaga kerja yang siap bekerja sekaligus berwirausaha,” ungkap Airin Nurmarita.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa penguatan SDM merupakan kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Ia berharap lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap kerja. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup