20 Juli 2026
Pertanian

Tak Ada Toleransi untuk Narkoba! Kementan Perkuat Benteng ASN dan Generasi Z Pertanian

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. mengatakan kegiatan `Sosialisasi P4GN dan Tes Urin` menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja dan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba serta apresiasi dukungan BNN Kota Banjarbaru atas sinergi yang terus terjalin untuk edukasi kepada pegawai dan peserta didik.

BANJARBARU (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui upaya sosialiasi dan tes urin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peserta didik.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, Kementan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menggelar ´Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Tes Urin bagi ASN dan siswa/i´ pada Jumat (17/7).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus ditopang oleh sumber daya manusia (SDM) yang sehat, berintegritas dan bebas narkoba.

"Generasi muda adalah aset utama pembangunan pertanian. Mereka harus terlindungi dari penyalahgunaan narkoba agar mampu menjadi SDM pertanian unggul, produktif dan berdaya saing," katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengajak seluruh peserta didik di lingkungan pendidikan vokasi Kementan untuk menjauhi narkoba sebagai bentuk investasi masa depan bangsa.

"Usaha Kementan menumbuhkan banyak petani muda tidak boleh gagal karena narkoba. Kita harus bersama-sama melawan penyalahgunaan narkoba," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menekankan bahwa penguatan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kompetensi peserta didik di lingkungan pendidikan vokasi Kementan.

"SMK-PP sebagai lembaga pendidikan vokasi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang pertanian, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba," katanya.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan sosialisasi dan tes urin berlangsung di Aula SMK-PP Negeri Banjarbaru, yang diikuti seluruh pegawai serta sejumlah calon peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027.

"Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja dan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba," katanya.

Angga Tri menyampaikan apresiasi kepada BNN Kota Banjarbaru atas sinergi yang terus terjalin dalam memberikan edukasi kepada pegawai dan peserta didik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BNN Kota Banjarbaru yang setiap tahun bekerja sama dengan SMK-PP Negeri Banjarbaru memberikan edukasi serta melaksanakan tes narkoba bagi pegawai dan peserta didik," katanya.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari narkoba," ujar Angga.

Dia menambahkan, sosialisasi P4GN merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian seluruh warga sekolah.

Bebas Narkoba

Kepala BNN Kota Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta mengajak seluruh peserta untuk menjauhi narkoba dan menjadi pelopor hidup sehat.

"Hari ini kami melaksanakan sosialisasi P4GN sekaligus tes urin kepada seluruh pegawai dan beberapa peserta didik kelas X," katanya.

Hasil pemeriksaan, kata AKBP Arif Wahyu Bibitharta, menunjukkan seluruh peserta yang diperiksa negatif atau tidak terindikasi menggunakan narkoba.

Dia juga mengapresiasi komitmen SMK-PP Negeri Banjarbaru mendukung pelaksanaan P4GN dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang BERSINAR (Bersih dari Narkoba).

Selain pelaksanaan tes urin, peserta memperoleh materi mengenai berbagai jenis narkotika, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan dan masa depan, serta informasi mengenai layanan rehabilitasi dan pendampingan bagi korban penyalahgunaan narkoba.

AKBP Arif Wahyu Bibitharta menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (RAN P4GN) Tahun 2025–2029, yang melibatkan seluruh unsur pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup