BANJARBARU - Kementerian Pertanian RI (Kementan) mendukung perang atas kekerasan, tindak kriminal, dan penyalahgunaan narkoba di setiap Unit Pelaksana Teknis. Komitmen tersebut dibuktikan pada sosialisasi dampak pelanggaran hukum yang bisa terjadi di lingkungan sekolah bagi siswa/i SMKPP Negeri Banjarbaru.
Kepala SMKPP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan bahwa Kementan menilai program tersebut sangat strategis dilakukan di lingkungan pendidikan. Pasalnya, di tangan generasi muda harapan majunya sektor pertanian dipertaruhkan.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa sektor pertanian menjadi salah satu penyangga perekonomian negara, sehingga sangat penting membangun SDM pertanian yang sehat dan cerdas.
Mengamini hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengajak anak-anak muda yang sedang menempuh pendidikan di Polbangtan/PEPI/SMKPP untuk menjauhi narkoba dan kekerasan di lingkungan sekolah dan kampus.
“Usaha Kementan dalam menumbuhan banyak petani muda, tidak boleh gagal karena narkoba, jadi kita harus lawan penyalahgunaan Narkoba,” katanya.
Jaksa Masuk Sekolah
Sesuai amanat dari Pemerintah RI terhadap Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan kali ini disambangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjarbaru pada Jumat, (23/1).
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi mengenal kejaksaan baik tugas dan fungsi, mengenal hukum, serta pengenalan terkait parkoba bagi para peserta didik kelas X, dan XII TP. 2025/2026 SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni yang mendampingi dalam pembukaan menyampaikan apresiasi pada jajaran Kejari Banjarbaru atas kerjasama dan dukungannya, untuk kedua kalinya.
"Jaksa Masuk Sekolah, salah satu program yg sangat baik dilakukan untuk memberikan edukasi hukum kepada semua peserta didik sejak di bangku sekolah sebagai bentuk pencegahan atau tindakan preventif ´Kenali Hukum dan Jauhi Hukuman´," katanya.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Agus Salim selaku Kepala Subseksi Bidang Intelijen 1 pada Kejari Kota Banjarbaru dengan materi pengenalan Kejaksaan RI, baik tugas dan fungsi, dan pengenalan dan proses hukum
Agus Salim mengatakan, Kejaksaan RI adalah lembaga pemerintah yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan undang-undang (UU).
"Jadi hari ini, kami melalui program Jaksa Masuk Sekolah, mengenalkan kejaksaan kepada siswa," katanya.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan terkait Hukum Untuk Mencegah Bukan Hanya Menghukum. Kemudian dilanjutkan dengan terkait Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Bullying.
Bertempat di aula Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru ini, tim Kejaksaan Negeri Kota Banjarbaru kemudian melakukan sesi tanya jawab dan motivasi kepada siswa-siswi SMK-PP negeri Banjarbaru. [Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru]