27 Mei 2026
pertanian

Bawang Intan Naisya, Usaha Bawang Merah Siswi SMKPPN Kementan

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Indana dan Maisya, siswi kelas XI program keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMKPPN Banjarbaru bikin produk budidaya bawang merah bernama Bawang Intan Maisya.

BANJARBARU – Kementerian Pertanian terus memacu regenerasi petani dan mendorong generasi milenial melek terhadap peluang yang tersedia di sektor pertanian. Melalui pendidikan vokasi, Kementan bertekad mencetak banyak wirausahawan muda pertanian. 

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meyakini melalui pendidikan vokasi pada Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri [SMKPPN] akan hadir para petani milenial yang berkualitas.

"Dengan pendidikan vokasi, kami berharap hadir petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian berada di pundak generasi milenial," kata Syahrul.

Menurut Syahrul, pendidikan vokasi harus mampu menciptakan generasi milenial yang memiliki jiwa yang tangguh, dan tidak mudah menyerah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

"Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian," papar Dedi.

Indana dan Maisya merupakan siswi kelas XI program keahlian agribisnis tanaman pangan dan hortikultura (ATPH) SMK-PPN Banjarbaru yang mengikuti program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang ditawarkan oleh Kementerian Pertanian.

Dua siswi yang menamakan kelompoknya Bawang Intan Naisya ini berfokus pada usaha budidaya Bawang Merah. Bermodalkan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh di sekolah dan tekad yang kuat, Indana dan maisya memulai usaha budidaya bawang merah ini sejak Mei lalu. 

"Alhamdulillah, hari ini kita panen perdana pada musim tanam kedua setelah kemaren kita gagal panen di tanam pertama," ucap Indana di sela-sela kegiatan panen perdana, Sabtu (15/4).

“Hari ini kita panen sebanyak 70Kg bawang belum susut, itu dari satu bedeng. Diperkirakan total bawang setelah semua di panen mencapai 560kg.” lanjut Indana.

Menurut Indana, budidaya bawang merah di Kalimantan ini bukan tanpa hambatan. Hal ini dikarenakan faktor cuaca yang tidak menentu. Dan ini lah yang menjadi salah satu faktor gagalnya panen di musin tanam pertama.

Kendati sempat mengalamai gagal panen pada tanam pertama, Indana dan Maisya tetap pantang menyerah hingga akhirnya mereka berhasil panen pada tanam kedua. [Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup