26 Mei 2026
Kisah Nyata

Bocah Tujuh Tahun jadi yang Termuda Peraih Lisensi Terbang

post-img
BOCAH AJAIB: Marwan tampil sempurna, meski harus menunggu sampai berusia 14 untuk jam terbangnya untuk mendapatkan lisensi pilot (Foto2: MailOnline)

TERBANG ke langit, ini dia Marwan Vorajee berusia tujuh tahun, yang diyakini sebagai pilot termuda di Inggris.

Mengenakan kaos Barcelona dan duduk di atas bantal tebal, bocah setinggi 1,21 meter itu mestinya kesulitan mengendalikan kemudi dan melongok dari kaca depan kokpit pesawat Piper Warrior III.

Namun siswa sekolah dasar ini ternyata mampu mengendalikan joystick dan mengangkasa melintasi kawasan pedesaan, bersama ayahnya Rizwan dan adiknya Safwan sebagai penumpang di belakang.

Keinginannya untuk belajar terbang terwujud saat orangtuanya mengijinkan pelajaran terbang pertamanya untuk memperingati ulang tahunnya yang ketujuh, bulan lalu.

Dan dengan pengalaman terbang setengah jam pertama, bocah ini tidak dapat menunggu perjalanan selanjutnya ke awan.

´Saya menyukainya, saya benar-benar sangat menyukainya,´ kata Marwan kepada ibunya begitu dia kembali dengan selamat di daratan. "Saya tidak sabar menunggu pelajaran berikutnya."

Sekarang sang bocah, dari Solihull, West Midlands, berharap bisa menyelesaikan pelatihannya, mendapatkan lisensi pilot dan kelak dapat bergabung dengan pamannya, Yousouf, pilot pesawat jet tempur Uni Emirat Arab.

"Sejak dia masih sangat muda, Marwan terobsesi dengan pesawat terbang," kata ibunya, Nafeesa kepada MailOnline.

"Dia selalu menonton video pesawat terbang, dan mengajukan pertanyaan tentang kedirgantaraan."

"Kami biasa membawanya ke Bandara Birmingham di mana dia akan menghabiskan berjam-jam menyaksikan pesawat mendarat dan lepas landas.

"Dia bisa menceritakan semua jenis pesawat terbang dan dia selalu mengatakan bahwa dia ingin bisa menerbangkan pesawat terbang."

Jadi saat ulang tahun Marwan meminta ibunya, Nafeesa, 31, dan sang ayah, Rizwan, 37, untuk menagih hadiah spesial dari mereka.

"Kami mendapati bahwa klub terbang Coventry memberi pelajaran terbang untuk anak-anak, selama mereka bisa memantau kontrol pesawat kontrol dan mengikuti instruksi."

"Ketika kami memberi tahu Marwan bahwa dia akan segera mewujudkan keinginan untuk ulang tahunnya, dia benar-benar sangat senang."

"Dia menganggapnya sangat serius. Dia sama sekali tidak gugup."

"Dia mendengarkan dengan seksama instruksi pre-flight dan melakukan semua yang dikatakan instruktur kepadanya."

"Tapi begitu mereka melepas Marwan mengendalikan pesawat ternyata dia mampu."

"Dia di udara selama sekitar 30 menit."

´Biayanya tidak murah - sekitar Rp2 jutaan (£102) untuk pelajaran terbang dan masing-masing Rp300 ribu (£15) masing-masing untuk [ayah] Rizwan dan [adiknya] Safwan yang ikut sebagai penumpang."

"Saya agak cemas melihat dari bawah, tapi mereka semua menyukainya."

Marwan tampil sempurna, meski harus menunggu sampai berusia 14 untuk jam terbangnya untuk mendapatkan lisensi pilot, kata instruktur Coventry Airplane Club, Alistair McBain kepada MailOnline.

Mr McBain menambahkan: ´Terbang benar-benar tidak terlalu sulit, itu lebih mudah daripada mengendarai mobil."

"Kami menunjukkan rekrutan baru bagaimana kontrol bekerja - naik, turun dan malayang - yang membutuhkan waktu sekitar lima menit."

"Dan setelah itu mereka mengambil alih kendali."

´Tentu saja pesawat memiliki kontrol ganda dan kami duduk di sana tepat di samping mereka jika terjadi kesalahan."

"Tapi selain lepas landas dan mendarat, mereka juga menerbangkan pesawat."

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup