03 April 2026
Kisah Nyata

Luke Aikins, Pemecah Rekor Terjun Payung Tanpa Parasut

post-img
PEMECAH REKOR: Dia berhasil masuk jaring kawat berukuran 30 x 30 meter dengan sempurna, yang kemudian melentingkan tubuhnya untuk keluar dari jaring dan berlari menyambut anak dan istrinya (Foto2: MailOnline)

SEORANG penerjun payung Amerika menjadi manusia pertama di dunia yang melompat dari ketinggian hampir 4.000 meter tanpa menggunakan parasut dan mendarat di jaring kawat.

Luke Aikins, 42, berhasil memecahkan rekor Stride Gum Presents Heaven Sent di Simi Valley, California yang disiarkan langsung melalui jaringan Fox pada Sabtu malam.

Dia berhasil masuk jaring kawat berukuran 30 x 30 meter dengan sempurna, yang kemudian melentingkan tubuhnya untuk keluar dari jaring dan berlari menyambut anaknya, Logan dan Monica, istrinya yang menyaksikan aksi nekat bersama keluarganya.

"Aku nyaris melayang, itu luar biasa," kata sang penerjun dengan gembira, seraya mengangkat tangannya di atas kepalanya ketika istri dan anaknya datang untuk memeluknya.

"Akhirnya terwujud! Saya bahkan tidak berkata-kata saking gembiranya," tambahnya sambil mengucapkan terima kasih kepada puluhan awak yang mendukungnya mempersiapkan diri selama dua tahun yang membantu mempersiapkan dirinya melompat, termasuk mereka yang berkumpu di dekat jaring dan memastikan semuanya berjalan lancar.

Tepat sebelum naik ke pesawat, Aikins mengatakan bahwa Screen Actors Guild mengharuskan dia untuk memakai parasut tapi ia memastikan tidak akan menggunakannya.

Aikins melakukan terjun payung tandem pertama ketika ia berusia 12, disusul dengan terjun solo pertamanya empat tahun kemudian. Sejak itu dia telah terjun payung lebih 18.000 kali hingga saat ini.

Ayah dan kakeknya adalah penerjun payung, dan istrinya, Monica, juga telah 2.000 kali terjun payung. Keluarganya merupakan pemilik Skydive Kapowsin dekat Tacoma, Washington.

Ayahnya, dua saudara pria, saudara perempuan, istri dan anaknya yang berusia empat tahun menyaksikan dia terjun payung, tapi ibunya tidak hadir.

´Ibuku mendukung saya. Dia tidak mendukung proyek ini," katanya, seperti dilansir MailOnline.

´Bagi saya, saya ingin membuktikan bahwa kita bisa melakukan hal-hal yang kita pikir tidak kita bisa lakukan dan kita harus melakukan dengan benar untuk mewujudkannya."

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup