26 Mei 2026
Kisah Nyata

Presiden AS Richard Nixon Berupaya Deportasi John Lennon, Khawatir Kalah Pemilu 1972

post-img
LEGENDA BEATLES: Aktivitas musik dan politik John Lennon - Yoko Ono selama bermukim di AS pada awal dekade 70-an (Foto2: MailOnline)

JOHN LENNON hampir dideportasi oleh pemerintah AS yang mencoba untuk membuat hidup legendaris The Beatles tidak nyaman, seperti diungkap sebuah buku yang dirilis belum lama ini.

Pengacara Leon Wildes, yang menulis buku ´John Lennon vs The U.S.A.´ yang dirilis bulan lalu, mengatakan ia belum pernah mengetahui ´pemerintah begitu ngotot mengusirnya dari Amerika Serikat´.

Buku yang ditulis oleh Wildes, yang menjadi pengacara Lennon dalam kasus imigrasi, mengungkap tentang upaya keras pemerintahan Richard Nixon untuk mendeportasi Lennon karena fakta usang tentang musisi Inggris diduga memiliki ganja.

Namun di balik kedok upaya mendeportasi Lennon pada kasus narkoba pada 1968, padahal faktanya adalah pemerintah khawatir musisi mempengaruhi para pemilih muda pada Pemilu 1972.

Lennon diyakini sebagai sosok yang sangat berpengaruh terhadap pemilih muda berusia 18 sampai 20 tahun, sesuai ketentuan Pemilu di AS.

Agen-agen federal FBI khawatir Lennon berniat mengikuti Konvensi Nasional Partai Republik di Miami tahun itu dan memperingatkan dia dan istrinya, Yoko Ono akan ditangkap karena ´melakukan perjalanan lintas negara bagian untuk tujuan konspirasi menghasus kerusuhan´ kalau hadir di konvensi.

Sampai saat ini belum diketahui apakah benar Lennon dan Ono pernah berencana untuk menghadiri konvensi partai tapi mereka diketahui aktif secara politik.

Pasangan itu pindah dari London ke Greenwich Village dengan visa sementara setelah Lennon ditangkap lantaran kasus narkoba.

Mereka menghadiri rapat umum untuk manajer MC5 Band John Sinclair, yang menjalani hukuman penjara sepuluh tahun karena menjual ganja.

Lennon membawakan lagu ´John Sinclair´ di depan 15.000 orang dan mendesak massa untuk tetap mendukung perlawanan terhadap kebijakan pemerintahan Nixon.

Sinclair, yang menjalani hukuman dua tahun, kemudian dibebabaskan pada akhir pekan setelah unjuk rasa.

Dan kekuatan dari pengaruh Lennon terhadap massa yang membuat pemerintah khawatir.

Sinclair terlibat dalam Partai Panther Putih dan ´mendapat senjata dan dinamit, untuk meledakkan kantor CIA di Ann Arbor untuk merencanakan aksi-aksi gerilya di Michigan utara´, menurut Wildes.

Fakta ini, membuat senator Carolina Selatan, Strom Thurmond yang memperingatkan Jaksa Agung AS John Mitchell, yang mengawasi Layanan Imigrasi dan Naturalisasi yang menuding Lennon sebagai warga asing yang berbahaya bagi negara.

Beberapa hari kemudian visa Lennon dicabut dengan merujuk pada kasus kepemilikan narkoba oleh Lennon sebelumnya.

Wildes kemudian menjadi pengacara imigrasi Lennon.

Lennon mengatakan kepada Wildes: ´Segala sesuatu di dunia kami - sebagai seniman, Anda tahu - kini muncul di AS.´

"Ini mirip dengan yang menimpa seniman impresionis, yang berlangsung di Paris, atau di Roma. Semuanya ada di sini sekarang."

"Di sinilah kami berada sekarang dan saya senang di sini. Kami hanya memahami bahwa hal itu tidak bisa direkayasa."

Setelah meneliti undang-undang tentang imigrasi dan ganja maka Wildes menyimpulkan dua hal: Bahwa AS bisa mengecualikan orang-orang yang telah dihukum karena obat bius atau kepemilikan ganja dan penggunaan ganja.

Wildes kemudian meminta perpanjangan enam-bulan untuk visa Lennon dan Ono tetapi hanya dikabulkan satu bulan.

Sol Marks, direktur distrik INS untuk New York, mengatakan kepada Wildes: ´Orang-orang ini tidak akan pernah mendapatkan peluang lain. . . Leon, beritahu mereka keluar dari AS.´

Wildes mengatakan setelah ´pemerintahan Nixon berupaya membatasi kebebasan John Lennon dan Yoko Ono selama berada di AS´.

´Dugaan tentang petugas telepon yang datang untuk "memeriksa" telepon Lennon tapi buru-buru kabur ketika diminta menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

´Dua orang, yang ditempatkan tepat di seberang Bank Street, tampaknya memperbaiki sepeda. Ketika John dan Yoko masuk ke mobil, dua orang yang sama muncul di dalam mobil di belakang mereka, membuat mereka tahu bahwa sedang dikuntit,´ tulis Wildes.

Lennon mulai meniru suara seorang wanita ketika dia menelepon Wildes karena khawatir teleponny disadap.

Penyelidikan selama empat tahun mulai mengancam keutuhan rumah tangga Ono dan Lennon.

Lennon menghabiskan waktunya selama 18 bulan untuk mabuk di Los Angeles selama periode tersebut.

Akhirnya, Lennon diberi izin untuk menjadi penduduk tetap dan Ono saat itu telah memenangkan status yang sama, juga.

Nixon terpaksa meninggalkan Gedung Putih karena skandal Watergate dan Lennon bebas untuk hidup di New York City, kota yang dicintainya.

´Sepanjang perjuangannya untuk tinggal di Amerika Serikat, ia merasa paling diterima oleh warga New York.´

´Empat tahun pergulatan Lennon untuk bertahan di negara kita adalah kesaksian atas keyakinannya pada mimpi Amerika ini,´ tulis Wildes, seperti dilansir MailOnline.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup