02 Juli 2026
Pertanian

Kapasitas Penyuluh Swadaya, UPT Kementan Latih Metodologi Penyuluhan bagi Pengelola P4S

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika apresiasi antusias 23 pengelola P4S dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat mengikuti pelatihan secara daring, untuk menjalankan fungsi penyuluhan agar dapat mempercepat adopsi inovasi dan pengembangan pertanian di tingkat perdesaan.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pemberdayaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Sebagai lembaga pelatihan, P4S diharapkan mampu menjalankan fungsi penyuluhan untuk mempercepat adopsi inovasi dan pengembangan pertanian di tingkat perdesaan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan sebagai bentuk komitmen, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan ´Pelatihan Metodologi Penyuluhan Pertanian bagi Pengelola P4S´ secara daring selama delapan hari, 17 - 25 Juni 2026, dipusatkan di Lembang, Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian menjadi salah satu fokus utama pembangunan pertanian nasional, dalam upaya meningkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan Indonesia.

"Kemajuan pertanian sangat bergantung pada kualitas SDM-nya. Kementan berkomitmen meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas," katanya.

Upaya peningkatan kapasitas SDM pertanian tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, kata Mentan Amran, salah satunya dengan memberdayakan petani-petani unggul di daerah melalui P4S sebagai pusat pembelajaran, pelatihan dan pengembangan usaha pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, P4S merupakan mitra strategis Kementan yang berperan penting sebagai pusat pelatihan sekaligus tempat magang dalam upaya percepatan diseminasi dan adopsi teknologi pertanian.

"P4S tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, juga sebagai penggerak utama pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui pelatihan berbasis komunitas," katanya.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan lingkup BPPSDMP Kementan, maka pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia P4S.

"Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kompetensi metodologi penyuluhan agar mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani lebih efektif dan partisipatif," katanya pada Kamis pekan lalu (25/6).

Dengan dukungan P4S, Ajat Jatnika mengaku optimistis, pertanian Indonesia akan semakin maju, berkelanjutan dan mampu menciptakan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat pedesaan.

Pelatihan diikuti oleh 23 pengelola P4S dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat, dengan fasilitator yang berasal dari para Widyaiswara BBPP Lembang.

Metodologi Penyuluhan
Ajat Jatnika mengatakan, materi pelatihan fokus pada penguatan kompetensi peserta menyusun rencana penyuluhan, menerapkan metode pendidikan orang dewasa, membangun komunikasi yang efektif serta mengembangkan dan memperkuat kelembagaan petani di wilayah binaannya.

Dia berharap, pelatihan tersebut menjadi langkah awal bagi pengelola P4S untuk semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui kegiatan penyuluhan.

"Pelatihan merupakan langkah awal bagi P4S untuk terus meningkatkan kapasitas dan berkontribusi dalam pengembangan SDM pertanian, khususnya melalui penyuluhan pertanian yang efektif dan berkelanjutan," pungkas Ajat Jatnika. [afriski/chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup