02 Juli 2026
Pertanian

Kementan Dukung Polri Latih Warga Binaan Densus 88 geluti Agribisnis Peternakan

post-img
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty membuka `Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Kambing dan Domba` bagi 30 Warga Binaan Densus 88 yang dihadiri oleh Kombes Bogiek Sugiarto mewakili Direktur Identifikasi dan Sosial Densus 88 Polri dan sejumlah pejabat terkait pada Kementan dan Polri.

BOGOR (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bersama Kepolisian RI (Polri) pada Direktorat Identifikasi dan Sosial (Idensos) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengadakan ´Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Kambing dan Domba´ di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Selasa (30/6).

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan Kementan berkomitmen terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui program pelatihan berbasis kewirausahaan peternakanm di antaranya Warga Binaan dari Densus 88 Antiteror Polri.

Kegiatn pelatihan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan fondasi utama mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. 

"Sektor pertanian harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Mentan Amran menambahkan, Kementan terus mendorong lahirnya SDM pertanian yang tidak hanya terampil secara teknis, juga memiliki jiwa kewirausahaan. 

"Dengan demikian, sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.

Senada hal itu , Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pelatihan vokasi harus mampu menghasilkan SDM yang adaptif terhadap perkembangan usaha pertanian.

"Pelatihan tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, juga kemampuan mengelola usaha, membaca peluang pasar, dan menciptakan nilai tambah sehingga mampu menjadi pelaku usaha pertanian yang tangguh dan mandiri," katanya.

BBPKH Cinagara
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, dihadiri Kepala Subdirektorat Integrasi Koordinasi Direktorat Idensos Densus 88 AT Polri juga Kepala Satuan Tugas Wilayah Jawa Barat Densus 88 AT Polri, Kombes Bogiek Sugiarto serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Pengembangan Teknik dan Metode Pelatihan pada Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Risweki Deflita, yang hadir mewakili Kepala Pusat Pelatihan Pertanian.

Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang merupakan warga binaan Densus 88 AT Polri dari sejumlah wilayah, yakni Satgas Jawa Barat sebanyak 9 orang, Jakarta (8), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 3 orang, Sumatera Selatan (2), Jambi (1) dan 7 pendamping dari satuan tugas wilayah.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali peserta dengan kompetensi teknis sekaligus jiwa kewirausahaan agribisnis agar mampu membangun usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan." kata Inneke Kusumawaty.

Dalam sambutannya, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa subsektor peternakan ruminansia kecil saat ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. 

"Kebijakan pemerintah membatasi impor kambing dan domba hidup maupun karkas merupakan bentuk keberpihakan terhadap peternak lokal, sekaligus membuka peluang pasar yang semakin luas bagi produk dalam negeri," katanya.

Swasembada Daging
Inneke Kusumawaty mengingatkan, Indonesia telah mencapai swasembada kambing dan domba. Kini tantangan Indonesia bukan lagi sekadar meningkatkan populasi ternak, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi. 

"Peternak harus mampu menguasai rantai usaha dari hulu hingga hili. Mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, pengelolaan kesehatan ternak, sistem pemotongan modern, hingga pemasaran berbasis teknologi digital," katanya.

Menurutnya, pelatihan kewirausahaan tersebut dirancang untuk membangun pola pikir peserta agar tidak hanya menjadi peternak, juga menjadi wirausahawan yang mampu mengembangkan usaha secara profesional.

"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kuasai teknologi budidaya, pengolahan pakan fermentasi, manajemen kesehatan ternak, hingga analisis bisnisnya," ungkap Inneke Kusumawaty.

Setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta pelatihan diharapkan mampu membangun usaha secara mandiri maupun berkolaborasi melalui kelompok usaha atau koperasi sehingga memiliki daya saing lebih kuat. 

Densus 88 Polri
Kombes Bogiek Sugiarto mewakili Direktur Identifikasi dan Sosial Densus 88 Polri, menilai pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

"Keterampilan di bidang agribisnis peternakan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih produktif," katanya.

Kombes Bogiek Sugiarto mengakui, pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkembang dan membangun kemandirian ekonomi. 

Densus 88 Polri, katanya, berharap seluruh peserta pelatihan memahami proses agribisnis kambing dan domba secara menyeluruh. Mulai dari pembibitan, pemeliharaan, kesehatan ternak hingga pemasaran dan hilirisasi. 

"Dengan bekal tersebut, mereka memiliki peluang untuk membangun usaha yang berkelanjutan," ujarnya.

Inneke Kusumawaty menambahkan, melalui kolaborasi BBPKH Cinagara dan Direktorat Idensos Densus 88 AT Polri, Kementan berharap lahir pelaku-pelaku usaha baru di subsektor peternakan yang memiliki kompetensi, daya saing, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan masyarakat. 

"Sinergi lintas sektor ini juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah memperkuat pembangunan SDM pertanian sebagai pilar menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup