01 Juli 2026
Pertanian

Lansia Bandung Antusias Belajar Bisnis Olahan Pertanian di UPT Kementan

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika bersama peserta pelatihan dari Sekolah Lansia Sibulan Kota Bandung, Jabar, merupakan manifestasi bahwa semangat belajar, berkarya dan berwirausaha dapat terus tumbuh di usia senja, untuk mendukung pemgembangan pertanian bagi terwujudnya swasembada pangan.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Semangat belajar dan berwirausaha ternyata tidak mengenal usia. Sebanyak 70 peserta Sekolah Lansia Sibulan Kota Bandung antusias mengikuti ´Pelatihan Bisnis ´Pengolahan Hasil Pertanian yang difasilitasi Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada Senin (29/6).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kunjungan yang merupakan kali kedua bagi peserta Sekolah Lansia Sibulan menjadi bukti bahwa kelompok Lansia tetap bersemangat untuk terus produktif, mandiri dan berkontribusi melalui sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di seluruh lapisan masyarakat.

"SDM menjadi kunci utama kemajuan pertanian. Peningkatan kapasitas masyarakat harus terus dilakukan di semua kalangan," katanya.

Sejalan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pembangunan pertanian dimulai dari penguatan kualitas SDM-nya melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.

BBPP Lembang

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, beserta jajaran manajemen. 

Dalam sambutannya, Ajat Jatnika menjelaskan bahwa salah satu fokus pembangunan pertanian mendukung Asta Cita adalah ´penguatan hilirisasi produk pertanian´ untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

"Kehadiran bapak dan ibu untuk mempelajari hilirisasi melalui pengolahan hasil pertanian sangat tepat. Kegiatan ini dapat membuka peluang usaha baru yang menjanjikan," katanya.

Para peserta kemudian mengikuti praktik langsung di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. 

Didampingi widyaiswara dan instruktur, kata Ajat Jatnika, mereka mempelajari konsep hilirisasi produk pertanian sekaligus praktik pembuatan dua produk olahan bernilai ekonomi yakni eggroll pisang dan es krim jagung.

Inspiratif dan Edukatif

Suasana pelatihan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan dan peralatan, proses pencampuran, pencetakan, hingga pengemasan produk siap konsumsi.

Ajat Jatnika mengakui, tidak sedikit peserta yang mengaku terinspirasi untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis olahan hasil pertanian setelah mengikuti pelatihan tersebut.

"Bagus sekali aktivitas pengolahan hasil pertanian ini. Sangat bermanfaat bagi kami. Bisa menjadi peluang usaha. Kami akan mencoba praktikkan di rumah," kata Ardianti, salah satu peserta.

Selain mengikuti pelatihan pengolahan pangan, para peserta juga diajak mengunjungi kawasan Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk melihat langsung berbagai aktivitas budidaya, mulai dari tanaman hias hingga screen house yang sedang memasuki masa panen seledri.

"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, berkarya, dan berwirausaha dapat terus tumbuh di usia senja," ungkap Ajat Jatnika.

Di sisi lain, ungkapnya lagi, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, juga sumber inspirasi dan peluang ekonomi bagi seluruh generasi, termasuk para lansia. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup