26 Juni 2026
Pertanian

UPT Pelatihan Kementan Dukung Siswa SMK Tasikmalaya Belajar Pertanian Modern

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan Kementan berupaya kegiatan edukasi pertanian menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian serta mendukung dan mendorong lahirnya wirausahawan muda pertanian, mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan ´Edukasi Pertanian Modern´ bagi 64 siswa kelas X Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK PK Nurussalam Salopa di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (24/6).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementan, memperkenalkan teknologi dan inovasi pertanian kepada generasi muda sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, adaptif dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.

Kegiatan edukasi sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional dan menjadi sektor menjanjikan bagi generasi muda.

“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.

BBPP Lembang
Kunjungan siswa dipimpin oleh Kepala SMK PK Nurussalam Salopa, Dedi Zafar Mutaqin, yang diterima oleh tim manajemen BBPP Lembang mewakili Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.

"Selama kegiatan, para siswa diajak menjelajahi berbagai sarana pembelajaran dan praktik yang dimiliki BBPP Lembang," katanya.

Di area Inkubator Agribisnis, tambah Ajat Jatnika, peserta mempelajari teknik perbanyakan tanaman kaktus melalui metode grafting atau sambung tempel yang banyak digunakan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman hias.

Dedi Zafar Mutaqin mengatakan kegiatan kunjungan edukasi bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa tentang penerapan teknologi pertanian modern di lapangan.

“Kami ingin siswa memperoleh wawasan nyata tentang dunia pertanian modern sehingga dapat memahami keterkaitan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan praktik yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri pertanian,” katanya

Budidaya Hidroponik
Peserta kunjungan edukasi kemudian mengunjungi Zona Rumah Pangan Lestari (RPL) untuk mempelajari konsep pertanian terpadu yang mengombinasikan budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem yang berkelanjutan. 

Pada lokasi yang sama, BBPP Lembang juga mengenalkan siswa dengan teknologi budidaya hidroponik menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT) yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air.

Pembelajaran berlanjut di screen house budidaya anggur. Di lokasi ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya anggur di pekarangan rumah, termasuk penerapan pemangkasan (pruning) yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah.

Tidak hanya mempelajari aspek budidaya, siswa juga berdiskusi mengenai teknik pemeliharaan tanaman seledri yang baik agar menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Laboratorium Olah Hasil
Ajat Jatnika menambahkan, sebagai bagian dari pengenalan agribisnis dari hulu hingga hilir, peserta mengunjungi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. 

Di laboratorium tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai produk olahan hasil pertanian yang telah dikembangkan, seperti es krim, sorbet, manisan terung, stik wortel, hingga inovasi terbaru berupa sale pisang granola. 

"Para peserta kunjungan edukasi juga berkesempatan mencicipi produk-produk tersebut secara langsung," ungkap Ajat Jatnika.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknologi budidaya modern, juga mendapatkan wawasan tentang hilirisasi produk pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian.

Ajat Jatnika mengingatkan, Kementan khususnya BBPP Lembang, berharap kegiatan edukasi semacam itu dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

"Tak kalah penting, mendorong lahirnya wirausahawan muda pertanian yang mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan," ungkapnya lagi. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup