23 Juni 2026
Pertanian

UPT Pelatihan Kementan Dukung Gen Z Tekuni Dunia Kerja & Bisnis Pertanian

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika diwakili Widyaiswara Ahli Madya/Ketua Kelompok Program dan Evaluasi, Aris Hanafiah [insert kanan atas] menerima kunjungan `Edukasi Pertanian` bagi 38 siswa dan siswi SMK Skill Village Islamic School Kota Bogor.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan ´Edukasi Pertanian´ kepada 38 siswa dan siswi SMK Skill Village Islamic School Kota Bogor. 

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kegiatan yang berlangsung, Kamis (18/6) di BBPP Lembang tersebut bertujuan memperluas wawasan, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik mengenai dunia usaha dan dunia industri, khususnya di sektor pertanian modern.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional, membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan.

"Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini," katanya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

"Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian," katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan bahwa selama kunjungan, para siswa didampingi guru dan diterima oleh jajaran manajemen BBPP Lembang. 

"Kegiatan diawali dengan observasi langsung ke berbagai unit praktik dan demonstrasi agribisnis yang dikelola BBPP Lembang," katanya.

Di area screen house tanaman hias, peserta mendapatkan penjelasan dan praktik perbanyakan tanaman kaktus menggunakan teknik grafting atau sambung tempel. 

Sementara itu, di kawasan Rumah Pangan Lestari (RPL), petugas memperkenalkan konsep pertanian terpadu yang mengombinasikan tanaman, ternak, dan perikanan dalam satu sistem yang berkelanjutan.

Teknologi Hidroponik

Peserta juga mempelajari berbagai teknologi budidaya sayuran modern yang diterapkan di BBPP Lembang, mulai dari budidaya di lahan terbuka, polybag, hingga teknologi hidroponik menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT).

Selain budidaya, siswa diajak memahami proses pascapanen kopi arabika. Petugas menjelaskan tahapan pengolahan kopi mulai dari pemanenan buah, pencucian dan sortasi, pulping, pengeringan, hulling, hingga pengemasan biji kopi yang siap dipasarkan.

Koleksi tanaman anggur yang dibudidayakan di dalam screen house juga menjadi salah satu daya tarik kunjungan. 

Petugas menjelaskan teknik budidaya anggur di pekarangan rumah, termasuk pentingnya pemangkasan (pruning) yang tepat untuk menghasilkan buah berkualitas.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Di lokasi tersebut, widyaiswara dan petugas mengenalkan berbagai produk olahan hasil pertanian yang dikembangkan BBPP Lembang seperti es krim, sorbet, manisan terung, cabai blok, dan stik wortel. 

Produk-produk tersebut menarik perhatian peserta yang berkesempatan mencicipi hasil olahan secara langsung.

Testimoni Pelajar

Salah satu peserta, Rafi Nugraha, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

"Berkunjung ke BBPP Lembang membuat kami semakin memahami pentingnya sektor pertanian bagi masa depan. 

Kegiatan ini juga, ungkap Rafi Nugraha, memperkuat keinginan dirinya untuk menjadi agripreneur di bidang pertanian.

Menanggapi hal itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan melalui kegiatan edukasi tersebut, Kementan berharap semakin banyak generasi muda, khususnya Generasi Z, yang melihat sektor pertanian sebagai bidang modern, inovatif, dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan. 

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi regenerasi petani untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup