BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa berupaya memperkuat regenerasi petani sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Di tengah dominasi usia petani yang semakin menua, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting untuk menciptakan pertanian modern, produktif dan berdaya saing.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika sebagai bentuk nyata dukungan terhadap regenerasi petani, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan edukasi mengenai teknologi pertanian modern berbasis hidroponik bagi 29 mahasiswa Semester VI pada Program Studi (Prodi) Agroteknologi di Universitas Halim Sanusi Bandung didampingi dosen pembimbing pada kunjungan edukatif, Selasa (26/5).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional, yang membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk mempercepat transformasi pertanian Indonesia.
“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan tentang pentingnya regenerasi petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.
BBPP Lembang
Kunjungan yang merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah hidroponik tersebut diterima oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum, Yullyndra Tisna Diputri mewakili Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.
Para mahasiswa kemudian diajak mengunjungi kawasan Inkubator Agribisnis untuk melihat langsung berbagai penerapan sistem budidaya hidroponik modern.
Kabag Umum, Yullyndra Tisna Diputri mengatakan, di zona pertama, mahasiswa mempelajari sistem aeroponik untuk pembibitan kentang G0, termasuk proses aklimatisasi, penanaman, pemeliharaan hingga panen dan pemasaran bibit kentang varietas Atlantik dan Granola.
Selanjutnya, katanya lagi, peserta mengunjungi area budidaya melon dengan sistem irigasi tetes yang tengah memasuki masa panen.
"Mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses budidaya melon varietas Glamour sekaligus mencicipi hasil panen dengan tingkat kemanisan mencapai brix 16," ungkap Yullyndra TP.
Menurutnya, kegiatan dilanjutkan ke zona Rumah Pangan Lestari, tempat mahasiswa mengenal budidaya sayuran daun seperti seledri menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT).
"Petugas lapangan juga menjelaskan pentingnya penggunaan nutrisi AB mix sebagai penunjang keberhasilan budidaya hidroponik, termasuk strategi pengendalian hama dan penyakit tanaman," kata Yullyndra TP.
Testimoni Mahasiswa
Perwakilan mahasiswa, David, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui pembelajaran langsung di BBPP Lembang.
“Berkesan sekali belajar hidroponik di sini. Kami mendapat wawasan baru tentang agribisnis pertanian dengan sistem modern hidroponik,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswi lainnya, Delina, berharap BBPP Lembang terus menjadi pusat pelatihan pertanian yang inspiratif bagi generasi muda.
“Semoga BBPP Lembang sukses terus menjadi tempat pelatihan pertanian yang inspiratif bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kementan berharap semakin banyak generasi muda, khususnya Gen Z, memandang sektor pertanian sebagai bidang yang modern, inovatif, dan menjanjikan sebagai peluang usaha serta karier di masa depan. [afriski/chetty/timhumas bbpplembang]