17 Juli 2026
Pertanian

Kolaborasi Kementan - ITB berbuah Inovasi, Mahasiswa Paparkan Riset Pertanian berbasis Teknologi

post-img
BBPP LEMBANG: Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan keempat mahasiswa Fakultas SITH ITB Bandung yakni Fikri Fauzan, Keisya Alma Camilla, Agung Lanselvian dan Normalia Aqilah presentasi hasil penelitian dari kegiatan PKL selama lebih satu bulan terlibat langsung pada sejumlah riset terapan bagi pengembangan teknologi budidaya hortikultura modern.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar ´Seminar Hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB)´ pada  Selasa (14/7) di Lembang - Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. 

Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan kegiatan ´Seminar Hasil PKL Mahasiswa ITB Bandung´ di BBPP Lembang menjadi wadah bagi mahasiswa, untuk presentasi hasil penelitian sekaligus memperkuat sinergi pendidikan tinggi dan pengembangan inovasi pertanian.

Empat mahasiswa pada Program Studi Rekayasa Pertanian  dari Fakultas Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB Bandung telah melaksanakan PKL lebih dari satu bulan, 22  Juni hingga 20 Juli 2026 pada Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. 

Kegiatan tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa kolaborasi antara Kementan dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis mempercepat transformasi pertanian nasional.

"Sinergi dengan perguruan tinggi akan mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern, sekaligus memperkuat fondasi pangan Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan," katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis inovasi dan teknologi untuk mencetak SDM pertanian yang kompeten, adaptif dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian masa depan.

BBPP Lembang
Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan selama kegiatan PKL, keempat mahasiswa Fakultas SITH ITB Bandung, terlibat langsung pada sejumlah riset terapan yang mendukung pengembangan teknologi budidaya hortikultura modern.

"Dalam seminar tersebut, masing-masing mahasiswa memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama praktik kerja." katanya.

Adi Destriadi Sutisna menambahkan, pelaksanaan PKL merupakan bagian dari komitmen BBPP Lembang mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga pelatihan Kementan dengan perguruan tinggi.

"Melalui kegiatan PKL, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, juga kesempatan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi secara nyata dalam pengembangan pertanian modern," katanya lagi.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas, serta daya saing sektor pertanian Indonesia.

Presentasi Penelitian
Fikri Fauzan mempresentasikan penelitian berjudul ´Analisis Nilai Electrical Conductivity (EC) dan pH Larutan Nutrisi pada Sistem Irigasi Tetes untuk Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Varietas Sakata Glamour Selama Fase Generatif.´ 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan nutrisi yang digunakan mampu memenuhi kebutuhan tanaman pada fase generatif, ditandai peningkatan nilai EC dari 2,35 menjadi 2,61 mS/cm, sementara nilai pH tetap berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, Keisya Alma Camilla memaparkan penelitian tentang ´Pengaruh Penggantian dan Penambahan Media Filter pada Jalur Resirkulasi Larutan Nutrisi terhadap Penyumbatan (CloggingMist Nozzle pada Sistem Aeroponik Kentang G0´. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan mesh nylon dan disc filter disertai perawatan rutin, efektif dapat mengurangi risiko penyumbatan sehingga kinerja sistem aeroponik menjadi lebih optimal.

Agung Lanselvian menyampaikan hasil penelitian tentang ´Pembuatan dan Analisis Alat Grading Benih Kentang G0 Aeroponik´, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses sortasi benih secara lebih cepat dan seragam.

Adapun Normalia Aqilah mempresentasikan penelitian mengenai ´Observasi Pertumbuhan Vegetatif dan Efektivitas Polinasi Tanaman Melon Varietas Sakata Glamour pada Fase Generatif´ sebagai upaya memperoleh informasi teknis yang dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman.

Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti Widyaiswara dan mahasiswa peserta praktik kerja lainnya. 

Berbagai masukan dan saran diberikan sebagai bahan penyempurnaan laporan penelitian sekaligus pengembangan hasil riset agar lebih aplikatif. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup