29 Mei 2026
Pertanian

Sertifikasi Profesi, UPT Pelatihan Kementan Gembleng 6 Bulan Peserta Maganghub Kemenaker

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani diwakili Kabag Umum, Rosdiana [ke-2 kiri] ramah-tamah dengan peserta Program Maganghub Kemnaker, Nurafni dan Tharisya, sebelum kegiatan pelepasan bagi kedua peserta Program Maganghub Kemnaker setelah mengikuti kegiatan magang selama enam bulan.

GOWA (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melepas dua peserta Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan di BBPP Batangkaluku, Kamis (21/5/26). 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan
Program Maganghub menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, berbasis teknologi, dan inovasi.

“Pertanian hari ini bukan lagi soal cangkul dan lumpur. Ini tentang teknologi, riset, dan inovasi. Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan. Kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung. Jadilah pelopor, bukan penonton,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa regenerasi petani perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan agar generasi muda mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” katanya.

BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani diwakili Kepala Bagian (Kabag) Umum, Rosdiana mengatakan kedua peserta Program Maganghub Kemnaker menjadi sarana strategis membentuk tenaga muda yang terampil, disiplin, serta siap memasuki dunia kerja, khususnya pada sektor pertanian modern.

Kedua peserta magang merupakan fresh graduated yang menempati posisi magang sebagai pengelola alat mesin pertanian (Alsintan) dan pengelola laboratorium kultur jaringan. 

"Selama mengikuti program, peserta memperoleh pengalaman praktik langsung, mulai dari pengenalan teknologi pertanian modern, pengoperasian alsintan, hingga pengelolaan laboratorium kultur jaringan tanaman secara aplikatif," katanya.

Menurutnya, pengalaman praktik lapangan yang diperoleh peserta selama magang, diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi.

"Melalui program Maganghub, BBPP Batangkaluku berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa magang serta menjadi agen perubahan dalam pengembangan pertanian modern di daerah masing-masing," kata Rosdiana.

Testimoni Peserta
Nurafni, salah satu peserta magang pada posisi pengelola alat mesin pertanian, Nurafni, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program tersebut.

“Selama magang, saya banyak belajar tentang pengoperasian dan perawatan alsintan secara langsung di lapangan," katanya.

Pengalaman tersebut, kata Nurafni, sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja di sektor pertanian modern.

Hal serupa dikemukakan Tharisya, peserta magang bidang pengelolaan laboratorium kultur jaringan. Program magang memberikan pengalaman praktik yang belum sepenuhnya diperoleh saat menempuh pendidikan di bangku kuliah.

“Saya mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai proses kultur jaringan mulai dari persiapan media, sterilisasi, hingga pemeliharaan bibit di laboratorium. Sangat membantu meningkatkan kemampuan teknis dan kepercayaan diri,” ungkap Tharisya.

Kabag Umum Rosdiana menambahkan, Program Maganghub di BBPP Batangkaluku diharapkan terus menjadi wadah penguatan kompetensi bagi generasi muda, sekaligus mendukung percepatan lahirnya SDM pertanian profesional yang mampu menjawab tantangan pertanian modern dan mendukung ketahanan pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup