29 Mei 2026
Pertanian

SDM Profesional, UPT Pelatihan Kementan Sertifikasi 28 Penyuluh Swadaya Takalar

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, untuk menjaga kredibilitas hasil sertifikasi, proses uji kompetensi melibatkan tiga asesor profesional dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian. Asesor menilai aspek teknis, manajerial hingga kemampuan penyusunan program penyuluhan.

GOWA (Kepopedia) - Upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme SDM pertanian terus diperkuat Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui pengembangan kompetensi penyuluh di seluruh Indonesia.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan upaya serupa dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan menggelar ´Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian Level Supervisor bagi Penyuluh Swadaya´ dari Kabupaten Takalar, Sulsel selama tiga hari, 19 - 21 Mei 2026.

Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya peran penyuluh mendukung percepatan pembangunan pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Peran penyuluh pertanian sangat vital dalam mendampingi petani dan mendorong percepatan Luas Tambah Tanam disingkat LTT,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. 

"Ppeningkatan kapasitas SDM penyuluhan menjadi faktor penting memperkuat produktivitas pertanian nasional," katanya.

BBPP Batangkaluku

Pada pembukaan kegiatan, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani diwakili Ketua Kelompok Substansi (Kakelai) Penyelenggaraan Pelatihan, Yuli Nurnaningsih bahwa sertifikasi dilakukan melalui asesmen kompetensi.

"Mengacu pada standar profesional untuk memastikan kemampuan teknis dan manajerial para peserta," katanya.

Sertifikasi kompetensi, katanya lagi, menjadi momentum bagi peserta untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan profesionalnya.

“Diharapkan seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik pada setiap tahapan asesmen," ungkap Yuli Nurnaningsih mengutip arahan Kabalai BBPP Batangkaluku.

Menurutnya, sertifikasi bukan hanya pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki, juga mendorong penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pendampingan kepada petani.

LSP Pertanian

Guna menjaga kredibilitas hasil sertifikasi, proses uji kompetensi melibatkan tiga asesor profesional dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian.

Para asesor melakukan penilaian terhadap aspek teknis, manajerial hingga kemampuan penyusunan program penyuluhan.

Salah satu peserta, Harianto, mengaku kegiatan sertifikasi memberikan pengalaman baru sekaligus evaluasi terhadap kemampuan kerja penyuluh sesuai standar kompetensi yang berlaku.

“Selain menjadi sarana pengukuran kemampuan, sertifikasi juga memotivasi kami untuk terus meningkatkan kapasitas mendampingi petani, menyusun program penyuluhan hingga memberi solusi atas berbagai permasalahan di lapangan,” katanya.

Melalui sertifikasi kompetensi level supervisor, penyuluh swadaya diharapkan tidak hanya memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki, juga semakin cakap merencanakan, mengelola dan evaluasi program penyuluhan pertanian secara efektif.

Peningkatan kapasitas penyuluh diyakini akan berdampak langsung terhadap produktivitas usaha tani, kesejahteraan petani, serta percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Takalar.[ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup