GOWA (Kepopedia) - Dalam upaya mempercepat penerapan mekanisasi pertanian dan pemanfaatan teknologi modern, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan ´Pelatihan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan)´ bagi penyuluh pada 11 kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlangsung tiga hari, 19 - 21 Mei 2026.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan Pelatihan Alsintan menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas SDM pertanian guna mendukung produktivitas dan efisiensi usaha tani melalui pemanfaatan teknologi mekanisasi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penggunaan teknologi dalam sektor pertanian menjadi faktor penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran penyuluh mendorong kemajuan sektor pertanian.
“Penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menyampaikan bahwa penggunaan Alsintan menjadi solusi strategis di tengah berkurangnya tenaga kerja pada sektor pertanian.
“Pelatihan menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas SDM pertanian agar produktivitas dan efisiensi usaha tani di lapangan terus meningkat,” katanya.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, sebanyak 212 penyuluh mengikuti pelatihan. Mereka dari 11 kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Bone 26 peserta, Sidrap (26), Pinrang (18), Gowa (18), Soppeng (18), Bantaeng (18), Bulukumba (18), Jeneponto (18), Barru (18), Sinjai (18) dan Takalar (16).
"Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan teknis penyuluh agar mampu mendampingi petani dalam pemanfaatan teknologi mekanisasi pertanian secara optimal," ungkapnya.
Testimoni Peserta
Peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup pengenalan, perawatan hingga pengoperasian alat dan mesin pertanian modern.
Ada pun jenis Alsintan yang dipelajari meliputi traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, combine harvester, serta rotavator.
Salah satu peserta asal Bulukumba, Andi Rahmansyah mengaku pelatihan sangat membantu penyuluh memahami penggunaan Alsintan secara lebih mendalam.
“Ilmu berupa teori dan praktik langsung membuat penyuluh yang sebelumnya kurang memahami alsintan menjadi lebih paham dan siap diterapkan di lapangan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan, kata Jamaluddin Al Afgani, BBPP Batangkaluku berharap para penyuluh dapat menjadi motor penggerak alih pengetahuan mekanisasi pertanian pada petani di wilayah masing-masing, sehingga percepatan modernisasi pertanian dapat terwujud secara lebih merata. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]