BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) menggelar ´Pelatihan Calon Inseminator Angkatan II Tahun 2026´ di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, atas inisiasi Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara
Pelatihan resmi dibuka oleh Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara pada Senin (4/5) diikuti 23 peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia tersebut, merupakan kolaborasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yakni BBPKH Cinagara dan BIB Lembang.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty memgatakan pelatihan bertujuan memperkuat
upaya percepatan peningkatan populasi ternak nasional melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) peternakan bagi pencapaian swasembada ternak nasional.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor peternakan memegang peranan penting mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya pemenuhan protein hewani.
“Teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan populasi ternak. Kita membutuhkan SDM peternakan yang kuat, terampil dan disiplin agar target swasembada protein hewani dapat tercapai lebih cepat,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pelatihan berbasis kompetensi, untuk mencetak tenaga kerja pertanian yang unggul dan berdaya saing.
“Pembangunan pertanian dimulai dari pembangunan SDM. Melalui pelatihan, kita menyiapkan tenaga inseminator yang tidak hanya terampil secara teknis, juga profesional dan tersertifikasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi peternak,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan pelatihan menjadi langkah strategis mencetak tenaga inseminator yang kompeten, profesional dan siap mendukung akselerasi produksi ternak nasional melalui penerapan teknologi reproduksi modern.
Dia memastikan pihaknya berkomitmen menjaga mutu penyelenggaraan pelatihan agar menghasilkan lulusan yang siap terjun ke lapangan.
“Kami memastikan seluruh proses pelatihan, mulai dari kurikulum hingga evaluasi kompetensi berjalan sesuai SKKNI," katanya.
Harapannya, ungkap Inneke Kusumawaty, para lulusan tidak hanya unggul secara teknis, juga mampu memberikan pelayanan reproduksi ternak yang profesional di daerah masing-masing.
Pelatihan diikuti oleh 23 peserta dari ssjumlah provinsi di Indonesia antara lain Lampung, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Selatan.
BIB Lembang
Kegiatan dibuka oleh Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, serta dihadiri Ketua Bintek/TUK Sodirun, pejabat SPI, Katimker Program dan Evaluasi BBPKH Cinagara Agus Sulaeman dan para widyaiswara.
Dalam sambutannya, Gun Gun Gunara menegaskan bahwa inseminator memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak keberhasilan program reproduksi ternak nasional.
“Keberhasilan program reproduksi ternak sangat ditentukan oleh kualitas SDM di lapangan. Pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah penting mendukung swasembada pangan asal hewan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya.
Gun Gun Gunara menambahkan, untuk memperkuat penguasaan kompetensi peserta, pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi teori dan praktik lapangan dengan pendampingan langsung dari widyaiswara dan instruktur profesional.
"Praktik lapangan dilakukan di kandang ternak BIB Lembang wilayah Subang," katanya.
Katimker Program dan Evaluasi BBPKH Cinagara, Agus Sulaeman menjelaskan bahwa peserta dibekali kemampuan teknis secara menyeluruh, mulai dari identifikasi birahi, penanganan reproduksi ternak, hingga teknik inseminasi buatan yang tepat dan presisi.
“Peserta tidak hanya belajar teori di kelas, juga melakukan praktik langsung di lapangan agar benar-benar siap menjalankan tugas sebagai inseminator profesional,” katanya.
Inneke Kusumawaty menambahkan, sinergi BBPKH Cinagara dan BIB Lembang, Kementan berharap lahir tenaga inseminator andal yang mampu memperkuat pelayanan reproduksi ternak di berbagai daerah serta menjadi motor penggerak percepatan swasembada pangan nasional berbasis protein hewani. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]