07 Mei 2026
Pertanian

Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh, AI `Senjata Baru` di Lapangan

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Tenaga Ahli Mentan, Muhammad Arsyad [kiri atas] berharap UPT aktif mendukung percepatan program strategis pertanian nasional dan Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani [kanan bawah] mengakui peningkatan kompetensi penyuluh menjadi langkah penting mendukung swasembada pangan nasional.

 

GOWA (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku terus memperkuat kapasitas penyuluh pertanian, sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian melalui pelatihan berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan upaya tersebut diwujudkan melalui ´Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi Penyuluh Pertanian´ dan ´Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Penyuluh Pendamping (Swadaya)´ yang digelar mulai Senin (4/5).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media sosial untuk mendukung penyebaran informasi sektor pertanian kepada masyarakat.

Sejalan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pentingnya keselarasan program dan penguatan kapasitas penyuluh menghadapi perkembangan teknologi digital.

“Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI diharapkan dapat menjadi asisten bagi penyuluh untuk memperluas jangkauan layanan tanpa menambah beban kerja fisik secara berlebihan,” ujarnya.

Pelatihan Pemanfaatan AI bagi penyuluh dilaksanakan selama tiga hari, 4 - 6 Mei 2026, dan diikuti 60 penyuluh pertanian asal Kabupaten Gowa. Sementara itu, Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Penyuluh Pendamping berlangsung selama lima hari, 4 - 8 Mei 2026, dengan peserta sebanyak 40 penyuluh pendamping dari Kabupaten Takalar.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan peningkatan kompetensi penyuluh menjadi langkah penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Menurutnya, seluruh pihak harus bergerak bersama untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional, terutama di tengah potensi ancaman perubahan iklim.

“Ke depan, kita akan menghadapi tantangan fenomena El Nino yang cukup ekstrem. Kondisi ini berpotensi menurunkan produksi, sehingga diperlukan upaya antisipatif lebih kuat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Mentan, Muhammad Arsyad menilai peningkatan kualitas SDM pertanian harus terus diperkuat, termasuk kemampuan teknis, daya saing dan penguasaan teknologi digital.

Dia berharap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan dapat berperan aktif mendukung percepatan program strategis pertanian nasional.

Kegiatan pelatihan turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Kabupaten Gowa.

Jamaluddin Al Afgani mengingatkan, melalui pelatihan tersebut, BBPP Batangkaluku berharap lahir penyuluh yang tidak hanya kompeten secara teknis, juga adaptif memanfaatkan teknologi digital sebagai pendukung kerja di lapangan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup