03 Mei 2026
Pertanian

Perkuat Swasembada, Kementan Gertam Serentak di Lahan CSR Kapuas Kalteng

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP mengatakan Gertam Serentak pada lokasi CSR di Desa Lupak Timur, Kecamatan Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalteng dengan pendekatan modernisasi pertanian, penguatan SDM dan pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan.

KAPUAS (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mempercepat upaya penguatan swasembada pangan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi.

Langkah tersebut menjadi strategi cepat menjaga produksi pangan nasional sekaligus mengantisipasi ancaman musim kemarau 2026 dan pemulihan lahan terdampak bencana.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan Gertam Serentak yang digelar Kamis (30/4) salah satunya pada lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Lupak Timur, Kecamatan Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang hadir secara daring menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat mulai pemerintah daerah, petani, penyuluh, hingga aparat.

“Terima kasih pada gubernur, bupati, petani, penyuluh, hingga jajaran aparat. Ini adalah komitmen bersama memperkuat swasembada pangan. Kita terus dorong tanam serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi menekankan bahwa percepatan tanam menjadi langkah kunci mengantisipasi potensi kekeringan musim kemarau 2026 yang diperkirakan mencapai puncak pada Agustus mendatang.

“Langkah mitigasi sudah kami siapkan, mulai dari pemantauan iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi hingga penguatan infrastruktur air,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa Gertam Serentak mencakup total luasan 50 ribu hektar.

Luas 50 ribu hektar terdiri Oplah tahun 2024 seluas 20.000 hektare, Oplah tahun 2025 seluas 23.000 hektare, CSR tahun 2025 seluas 5.000 hektare, serta rehabilitasi lahan terdampak bencana seluas 2.026 hektare.

“Percepatan tanam harus dikawal secara optimal di lapangan. Peran penyuluh dan petani sangat penting untuk memastikan lahan yang siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi maksimal,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan, Muhammad Amin, menegaskan pentingnya optimalisasi lahan program CSR dalam meningkatkan produksi padi. 

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan Gertam Serentak pada lokasi CSR di Desa Lupak Timur, Kecamatan Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalteng dengan pendekatan modernisasi pertanian, penguatan SDM dan generasi muda melalui Brigade Pangan.

"Berbagai strategi turut didorong antara lain percepatan tanam di penghujung musim hujan untuk memaksimalkan ketersediaan air," katanya.

Diikuti pompanisasi secara masif, kata Angga Tri, optimalisasi lahan rawa bertujuan menjaga produktivitas saat lahan tadah hujan mengalami kekeringan.

"Selain itu, penggunaan benih tahan kekeringan dan pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor juga diperkuat untuk menjaga ketahanan produksi di lapangan," katanya.

Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) menjadi faktor penting mendukung percepatan tanam seperti penggunaan rice transplanter, mist blower hingga drone pertanian.

“Pemanfaatan teknologi akan meningkatkan efisiensi dan membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” ungkap Angga Tri.

Sinergi Pusat Daerah

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri apresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis Gertam Serentak mampu meningkatkan produksi, menjaga ketersediaan pangan nasional, serta memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim. 

Kegiatan Gertam Serentak di Kapuas, Kalteng dihadiri oleh Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, Kapolsek Kapuas Kuala Dwi Heru, Penjabat Kepala Desa Lupak Timur, serta anggota Brigade Pangan Semangat Karya Pemuda dan Brigade Pangan Muda Maju Bersama. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup