PALANGKARAYA (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) terus menunjukkan komitmennya meningkatkan produksi padi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menyampaikan harapannya agar program CSR mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian pangan nasional.
“Kita menargetkan cetak sawah ini dapat menghasilkan dua hingga tiga kali panen dalam setahun. Potensi lahan yang subur serta ketersediaan air yang melimpah diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
“Lahan yang sudah dicetak di lokasi CSR harus segera ditanami. Menteri Pertanian terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan swasembada pangan," katanya.
Tantangan ke depan adalah mempertahankan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional hingga menuju lumbung pangan dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan, Muhammad Amin, menekankan pentingnya optimalisasi lahan CSR melalui modernisasi pertanian, pelibatan generasi muda lewat Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.
SMKPPN Banjarbaru
Sebagai bagian dari upaya percepatan tanam, SMK-PP Negeri Banjarbaru yang menjadi penanggung jawab wilayah Kalimantan Tengah menggelar Koordinasi Tindak Lanjut Percepatan Tanam pada April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Luwansa pada 16 - 17 April 2026 ini dihadiri oleh Direktur Polbangtan Malang, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, PPK CSR 2025 Dinas TPHP Kalimantan Tengah, perwakilan BRMP Kalimantan Tengah, serta para penyuluh pertanian tingkat kabupaten/kota.
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, menyampaikan pentingnya koordinasi intensif antar tim untuk mencapai target tanam April.
“Kami berharap para ketua tim kerja dapat terus berkoordinasi, termasuk melalui grup komunikasi, agar target tanam bulan April dapat tercapai,” ujarnya.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., menambahkan bahwa dukungan sarana produksi sangat penting dalam percepatan tanam.
“Kami mendorong pengusulan benih serta identifikasi jumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung percepatan tanam,” jelasnya.
Lahan CSR Kalteng
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang PSP Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus PPK CSR 2025, Fahlita Robina, menyatakan optimisme terhadap progres program CSR di wilayahnya.
“Kami optimistis program Cetak Sawah Rakyat di Kalimantan Tengah akan berjalan dengan baik karena didukung oleh banyak pihak yang bekerja sama,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Komitmen bersama percepatan tanam di lokasi CSR Tahun 2025 oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk dinas pertanian kabupaten/kota, Dinas TPHP provinsi, BRMP Kalimantan Tengah, serta para penyuluh pertanian.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi tanam dan mendukung target swasembada pangan nasional. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]