GOWA (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa memperkuat kualitas dan kapasitas SDM pertanian sebagai kunci percepatan swasembada pangan, seperti dilakukan oleh BBPP Batangkaluku, dengan dua pelatihan yakni ´Peningkatan Kompetensi Pendamping Penyuluh Swadaya dan Pelatihan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi Penyuluh´ pada Senin (13/4).
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan peningkatan Kompetensi Pendamping Penyuluh Swadaya digelar pada 13 - 17 April 2026 diikuti 40 peserta. Sementara Pelatihan Alsintan digelar 13 - 15 April 2026 diikuti 20 penyuluh dari sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan nasional tidak lepas dari peran aktif penyuluh di lapangan.
Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas dedikasi penyuluh yang terus mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di daerah.
"Sinergi antara penyuluh dan pemerintah daerah menjadi faktor penting menjaga keberlanjutan produksi pangan," katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan bahwa fokus utama Kementan saat ini adalah memperkuat fondasi menuju swasembada pangan berkelanjutan.
“Upaya ini membutuhkan SDM pertanian yang unggul dan adaptif. Peran penyuluh, baik ASN maupun swadaya, sangat krusial mengawal program di lapangan,” katanya.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, kemandirian pangan menjadi keharusan.
"Indonesia ditargetkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga potensial berkontribusi bagi penyediaan pangan global," katanya lagi.
Program Strategis
Apabila Indonesia mandiri pangan, maka ketergantungan terhadap pasar global dapat ditekan. Bahkan ke depan, Indonesia diharapkan ikut berperan menurunkan angka kelaparan dunia.
Jamaluddin Al Afgani mengingatkan, untuk mencapai target tersebut, Kementan terus mendorong berbagai program strategis seperti Cetak Sawah Rakyat (CSR), Optimalisasi Lahan (Oplah) serta Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian guna meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).
"Dari kegiatan pelatihan ini, BBPP Batangkaluku menegaskan peran sebagai pusat pengembangan SDM pertanian yang responsif terhadap tantangan zaman," ungkapnya lagi.
Kementan melalui UPT Pelatihan, tambah Jamaluddin Al Afgani, sekaligus menjadi penggerak utama dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan nasional. [fauzan/ilham/timhumas bbppbatangkaluku]