17 April 2026
Pertanian

Kawal LTT dan Distribusi Pupuk Sulsel, Kementan Perkuat Koordinasi di Kabupaten Gowa

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani menyatakan optimistisnya terhadap pencapaian target LTT di Sulsel maupun Kabupaten Gowa, untuk memastikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Mentan Amran Sulaiman dapat diimplementasikan dengan baik.

GOWA (Kepopedia) – Upaya percepatan peningkatan produksi pertanian terus diperkuat oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) pada Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (Rakor LTT) dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Gowa, mengatakan Rakor LTT berlangsung di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementan di Gowa pada Jumat (10/4/2026).

Kegiatan Rakor LTT sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa optimalisasi tanam dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) merupakan kunci utama mencapai swasembada pangan nasional.

“Kita harus memastikan setiap jengkal lahan pertanian produktif dimanfaatkan secara optimal. LTT adalah langkah strategis meningkatkan produksi tanpa harus membuka lahan baru,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program di lapangan.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Brigade Pangan Gowa dalam sambutannya menyatakan optimistisnya terhadap pencapaian target LTT di wilayah tersebut.

“Kami optimistis target LTT di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, dapat segera terpenuhi,” katanya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan Rakor LTT dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Gowa menjadi langkah strategis untuk memastikan percepatan tanam berjalan optimal. 

"Sekaligus menjamin distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran, untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di Susel," katanya.

LTT Gowa

Rakor LTT dihadiri oleh Dirjen Hortikultura selaku Penanggung Jawab (PJ) LTT Sulsel, Muhammad Taufiq Ratule, serta Direktur Pupuk pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Syamsuddin selaku PJ LTT Kabupaten Gowa. 

Hadir pula Staf Khusus Menteri Pertanian Prof Arsyad, Kepala BBRMP Sulsel, Zainal Abidin, perwakilan Dinas terkait, General Manager PT Pupuk Indonesia Regional IV dan para penyuluh.

Muhammad Taufiq Ratule menegaskan pentingnya menjaga konsistensi capaian LTT dari waktu ke waktu.

“LTT jangan sampai turun, itu yang harus kita jaga. Kita harus mengamankan capaian setiap bulan agar tidak terjadi kekurangan target yang akan menjadi beban ke depan,” katanya.

Dia menambahkan, capaian LTT yang tidak terpenuhi akan berdampak langsung pada produksi.

“Kalau tidak diselesaikan, kita akan mengalami minus. Kita tidak ingin produksi beras di Sulawesi Selatan menurun dari tahun sebelumnya, justru harus terus meningkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong peran aktif penyuluh pertanian mendukung percepatan program swasembada pangan.

“Kalau kita ingin swasembada, kita harus bekerja luar biasa. Kejar target bersama, dan kalau sudah hijau jangan kendor,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pupuk PSP, Syamsuddin, menegaskan komitmen pengawalan program melalui evaluasi rutin.

“Kita akan melaksanakan rapat evaluasi setiap bulan. Ini merupakan amanah untuk memastikan arahan Presiden dan Menteri Pertanian dapat diimplementasikan dengan baik, khususnya Sulsel, termasuk Kabupaten Gowa,” ujarnya. [ilham/fauzan/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup