28 Juli 2026
Pertanian

Takalar Didorong jadi Motor Produksi, Kementan Percepat Luas Tambah Tanam

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani [batik biru] bersama penyuluh Takalar dan jajaran Kementan maupun Dinas TPHP Takalar pada Rakor LTT Kabupaten Takalar, yang dibuka oleh PJ LTT Sulsel, Muhammad Taufiq Ratule untuk percepatan peningkatan produksi pertanian.

TAKALAR (Kepopedia) - Upaya percepatan peningkatan produksi pertanian terus diperkuat oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (10/4).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) LTT Takalar mengatakan Rakor yang digelar di kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHP) Pemkab Takalar, yang dipimpin oleh Muhammad Taufiq Ratule selaku PJ LTT Sulsel.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam merupakan faktor krusial menghadapi tantangan perubahan iklim yang dapat menekan produksi.

“Kalau kita lambat tanam, kita berisiko kehilangan produksi. Karena itu harus serentak, masif, dan tidak boleh terlambat,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran penyuluh memastikan keberhasilan program di lapangan.

“Penyuluh harus memastikan tanam berjalan tepat waktu dan sesuai rekomendasi. Ini bukan sekadar tanam, tapi memastikan produksi benar-benar terjaga,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan Rakor LTT Sulsel di Takalar melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari jajaran Kementan, pemerintah daerah hingga penyuluh pertanian di Kabupaten Takalar.

Muhammad Taufiq Ratule yang juga Dirjen Hortikultura Kementan menegaskan, peningkatan LTT harus terus dijaga untuk mempertahankan capaian swasembada pangan.

Dia mengungkapkan, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,6 juta ton, melampaui rata-rata produksi sebelumnya, di angka 31 juta ton.

“Swasembada tidak hanya untuk satu tahun, tetapi harus berkelanjutan. Ke depan, kita tidak hanya menargetkan swasembada, juga ekspor beras sebagai kontribusi Indonesia bagi dunia,” katanya.

Jamaluddin Al Afgani selaku PJ LTT Takalar menegaskan komitmennya memperkuat kapasitas penyuluh sebagai ujung tombak di lapangan.

"Kementan telah menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi bagi 80 penyuluh di wilayah Sulawesi, termasuk satu angkatan khusus untuk Kabupaten Takalar," katanya.

Kementan memastikan penyuluh tetap mendapatkan dukungan penuh, ungkap Jamaluddin Al Afgani, tugas kami adalah meningkatkan kompetensi mereka agar mampu menjalankan peran secara optimal di lapangan.

Dia menambahkan, LTT menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta mempercepat musim tanam guna menjaga target produksi dan ketahanan pangan nasional.

"Melalui Rakor, diharapkan percepatan tanam di Kabupaten Takalar berjalan efektif dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan," ungkap Jamaluddin Al Afgani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup