BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang perkenalkan teknologi pertanian modern pada 63 mahasiswa/i Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta pada Rabu (8/4).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan, regenerasi petani merupakan keharusan. Kementan terus melakukan pembinaan, memfasilitasi serta membuka ruang inovasi bagi generasi muda di sektor pertanian.
“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif dan berdaya saing,” katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa regenerasi petani sangat dibutuhkan, mengingat mayoritas petani saat ini berusia lanjut, sementara kebutuhan pangan terus meningkat.
“Regenerasi petani menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika diwakili pihak manajemen, rombongan mahasiswa diterima secara resmi oleh manajemen BBPP Lembang dan diajak mengunjungi Inkubator Agribisnis (IA) seluas 2,5 hektare.
Fasilitas tersebut menjadi lahan praktik bagi peserta pelatihan serta masyarakat umum yang ingin mempelajari pertanian modern, termasuk kalangan akademisi.
Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, para mahasiswa diperkenalkan pada hilirisasi berbagai komoditas untuk meningkatkan nilai tambah, seperti abon cabai, manisan terung, eggroll pisang, es krim, hingga sorbet.
Mereka juga berkesempatan mencicipi produk olahan tersebut termasuk sorbet cabai, buah naga, dan mangga yang menawarkan perpaduan rasa asam, pedas dan manis yang menyegarkan.
Kegiatan dilanjutkan ke zona screen house hidroponik melon dengan sistem irigasi tetes. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan, pemberian nutrisi, hingga sistem otomatisasi dan pemasaran hasil panen.
Di zona Rumah Pangan Lestari, mahasiswa mempelajari budidaya seledri menggunakan sistem hidroponik deep flow technique (DFT), dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif terkait pengelolaan nutrisi dan perawatan tanaman.
Kunjungan ditutup di area tanaman hias, di mana peserta dikenalkan pada berbagai jenis kaktus dan sukulen beserta teknik perbanyakannya.
Perwakilan mahasiswa, Willy Pramudita, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Ini pertama kalinya kami berkunjung ke BBPP Lembang. Sangat seru dan menambah wawasan kami tentang pertanian modern,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengalaman tersebut memberi pengetahuan baru yang tak ada di kampus, khususnya teknologi hidroponik, pascapanen dan budidaya tanaman hias. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]