31 Mei 2026
Pertanian

Uji Coba Metode Arkansas, UPT Pelatihan Kementan Dorong Lonjakan Produktivitas Padi Gowa

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan melalui uji coba, Kementan berharap metode Arkansas menjadi model percontohan bagi petani dalam menerapkan sistem budidaya yang lebih efisien dan produktif.

GOWA (Kepopedia) - Upaya modernisasi pertanian terus digencarkan pemerintah. Kali ini, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersama penyuluh pertanian di Kabupaten Gowa menguji coba model pertanaman Arkansas guna meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi budidaya padi. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan dilaksanakan pada Selasa (31/3) dan menjadi bagian dari strategi transformasi pertanian nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa inovasi dan teknologi menjadi kunci dalam membangun sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. 

Menurutnya, penerapan teknologi mampu meningkatkan produktivitas, menaikkan indeks pertanaman, serta menekan biaya produksi petani.

“Kita mendorong pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) cerdas menjadi strategi utama pemerintah. 

Selain itu, penguatan kelembagaan petani melalui konsolidasi lahan dan pembentukan korporasi petani juga terus didorong.

“Pertanian masa depan harus tangguh, modern, dan kompetitif. Kuncinya ada pada inovasi teknologi, kelembagaan yang kuat, dan SDM unggul,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan bahwa Metode Arkansas mengedepankan pola tanam rapat berbentuk larikan tanpa jarak dalam baris, dengan jarak antarbaris sekitar 20–25 cm.

“Arah larikan umumnya barat–timur. Teknik yang digunakan adalah tabela atau tanam benih langsung, di mana benih direndam 12 jam dan diperam 12 jam sebelum tanam,” ungkapnya.

Widyaiswara BBPP Batangkaluku, Syamsir Pante Sukun memaparkan bahwa sebelum penanaman, benih juga diberi perlakuan pestisida untuk mengurangi risiko serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Melalui uji coba ini, BBPP berharap metode Arkansas dapat menjadi model percontohan bagi petani dalam menerapkan sistem budidaya yang lebih efisien dan produktif. 

Sinergi antara widyaiswara, penyuluh, dan petani diyakini mampu mempercepat transformasi menuju pertanian modern di Indonesia. [fauzan/ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup