BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Tomat Beef Sistem Irigasi Tetes bagi generasi muda khususnya generasi Z (Gen Z) menggunakan teknologi hidroponik, yang berlangsung lima hari, 26 - 30 Januari 2026.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kegiatan diikuti 26 mahasiswa/i mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yakni Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Sebelas Maret yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di BBPP Lembang dan dari peserta Magang Hub Kemenakertrans Tahun 2025.
Kegiatan tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, kompetensi sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda, harus terus ditingkatkan. Pasalnya, peran generasi muda sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia.
“Peran generasi muda sangat krusial. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia,” katanya.
Mentan Amran menambahkan, dengan karakter kuat, jujur, disiplin dan pekerja keras, maka pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, regenerasi petani sangat penting, karena petani yang ada saat ini sudah semakin tua.
"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” katanya.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda. BBPP Lembang menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja.
"Selama lima hari berlatih, widyaiswara memberikan berbagai materi secara teoritis tentang persiapan screen dan instalasi, persiapan benih dan lahan, penanaman," katanya.
Ajat Jatnika menambahkan, kegiatan pelatihan dilanjutkan pembuatan larutan nutrisi dan pengaplikasiannya, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit terpadu, panen dan pascapanen, pengolahan hasil, analisa usahatani dan pemasaran.
Peserta juga praktik langsung persemaian benih tomat beef, mengukur kadar pH nutrisi hidroponik, pegemasan tomat beef, analisa usahatani, kiat bisnis pertanian yang menguntungkan menerapkan bisnis model canvas dan praktik modernisasi pertanian memanfaatkan Alsintan jenis traktor roda 2 dan roda 4.
"Di samping itu, mereka juga diberikan motivasi untuk terus berprestasi serta dasar-dasar penyuluhan," ungkap Ajat Jatnika.
Di akhir pelatihan, Jumat (30/1), Muhammad Rafly dari Universitas Andalas Padang Sumatera Barat, menyampaikan, “saya jadi lebih memahami rangkaian agribisnis tomat beef karena di samping teori, kami juga bisa praktik langsung beberapa tahapannya. Widyaiswara menyampaikannya juga mudah untuk dipahami.”
Ajat Jatnika mengingatkan, semuanya bermuara pada bagaimana regenerasi petani muda dengan mengenalkan komoditas pertanian yang bernilai jual tinggi dan relatif stabil yaitu tomat beef, budidaya hingga pemasarannya serta sentuhan teknologi hidroponik dan modernisasi pertanian pemanfaatan Alsintan, diharapkan dapat menarik minat Gen Z kita untuk menekuni pertanian. [chetty/timhumas bbpplembang]