10 Mei 2026
Pertanian

Stop Impor, Mentan Amran Sulaiman Unjuk Kesiapan Swasembada Bawang Putih di hadapan Petani NTB

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kunjungan kerja Mentan Amran Sulaiman pada lokasi budidaya bawang putih di Sembalun, NTB menegaskan keseriusan pemerintah mendorong swasembada, menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa percepatan dilakukan tanpa perlu menunggu birokrasi panjang.

LOMBOK TIMUR (Kepopedia) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan optimisme Indonesia untuk segera mencapai swasembada bawang putih nasional dengan menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pilar utama pengembangan. 

Pada kunjungan kerja di Sembalun, Senin (9/2), Mentan Amran Sulaiman di depan petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan jajaran pemerintah daerah yakni Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB, memperlihatkan kesiapan produksi nasional, sekaligus menegaskan target penghentian impor bawang putih dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan. Kebutuhan minimal luas tanam nasional untuk mencapai kemandirian bawang putih.

“Bawang putih di NTB minimal 25.000 hektar. Kalau mampu 50.000 hektar, ini bisa menyuplai provinsi-provinsi lain.” kata Mentan Amran.

Dia menegaskan bahwa penghentian impor bawang putih bukan sekadar wacana, melainkan agenda yang telah memiliki batas waktu jelas dan terukur.

“Kita hentikan import mungkin 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun. Kalau bisa 4 tahun, paling lambat 5 tahun.” semangatnya.

Keseriusan pemerintah dalam mendorong swasembada bawang putih, menurut Mentan Amran, merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang mengingatkan bahwa percepatan dilakukan tanpa menunggu birokrasi panjang.

“Bapak Presiden sudah arahkan via telepon hari Sabtu. Hari Minggu tim berangkat. Hari Senin kami sudah tiba di sini untuk merealisasikan itu. Kita buat program khusus.” tegas Mentan Amran.

Keunggulan NTB
Mentan Amran mengakui, NTB dinilai memiliki keunggulan nyata sebagai sentra pengembangan bawang putih nasional. Selain potensi lahan yang luas, produktivitas bawang putih di daerah ini dinilai sangat menjanjikan.

“Yang menarik, NTB ini produksinya 20 ton. Tadi ada yang 28 ton per hektare. Ini sangat menarik untuk kita kembangkan. Indonesia pasti bisa. Paling tinggi 100.000 hektare tanaman bawang, itu sudah swasembada," katanya. 

Mentan Amran menekankan bahwa target swasembada bawang putih secara nasional relatif kecil jika dibandingkan dengan luas tanaman pangan strategis lain, seperti padi.

“Tahu nggak tanaman beras, tanaman padi, 7,4 juta hektare. 7,4 juta saja kita selesaikan, apalagi 100.000 hektare. Saya kira cuma dua gubernur, tiga gubernur menyelesaikan itu. NTB, mungkin Sumatera Utara dan Jawa Tengah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB yang dinilai responsif dan visioner dalam mendukung pembangunan pertanian dan hilirisasi.

“Ini karena gubernurnya gesit, gubernurnya hebat. Bahkan baru groundbreaking, itu pabrik pakan unggas terintegrasi, pabrik pakan, ada cold storagenya, ada parentstock, grandparentstock, lengkap. Terintegrasi dan itu pemerintah yang mendukungnya. Kemudian jadi jaminannya adalah harga pakan untuk peternak. Kemudian harga jagung dari peternakan.” ungkapnya

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan daerah yang visioner menjadi alasan kuat bagi Kementerian Pertanian untuk bergerak cepat ke NTB.

“Itu luar biasa. Gubernur visioner. Makanya aku respon, aku bergerak ke sini.”

Kualitas Benih Lokal
Selain aspek produksi, kualitas benih bawang putih NTB, khususnya di Lombok, juga menjadi perhatian utama. Mentan Amran menilai kualitas benih lokal sangat kompetitif, bahkan dibandingkan dengan bawang putih impor.

“Bagaimana dengan kualitas bibit kita di Lombok. Sangat bagus. Kualitasnya sangat bagus. Kalau dibandingkan dengan bawang impor, sangat bagus. Karena ini berada pada ketinggian 1.200 dari permukaan laut. Ini sangat bagus. Sehingga kami pusatkan pembibitan di sini.”

Berdasarkan data potensi, NTB memiliki lahan bawang putih sekitar 7.750 hektare yang tersebar di Lombok Timur, Lombok Utara, Bima, Sumbawa, dan Lombok Tengah. Potensi tersebut menjadi fondasi kuat penetapan target tanam, intervensi benih, pendampingan teknis, serta percepatan kebijakan menuju swasembada bawang putih nasional periode 2026–2030.

Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan swasembada tidak cukup hanya dengan perencanaan, tetapi membutuhkan perubahan mindset, etos kerja, dan keberanian bertindak di lapangan.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, kualitas agroklimat unggul, serta semangat petani NTB, Mentan Amran optimistis swasembada bawang putih nasional bukan hanya target, melainkan keniscayaan yang akan segera terwujud. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup