31 Mei 2026
Pertanian

Gandeng Perteta, BBPP Kementan Dorong Inovasi Alsintan Dukung Swasembada Pangan

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kerjasama dengan Perteta merupakan langkah konkret menghadirkan inovasi Alsintan berbasis kebutuhan petani. Pengembangan prototipe berorientasi dan kemudahan penggunaan dan keberlanjutan di tingkat petani.

GOWA - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melakukan koordinasi dengan tim pengurus pusat Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta) bagi persiapan pembuatan prototipe alat mesin pertanian (Alsintan) berupa transplanter padi. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, koordinasi dengan Perteta menjadi bagian dari upaya Kementan dalam mendorong penguatan mekanisasi pertanian yang berpihak pada kebutuhan petani.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa mekanisasi pertanian merupakan salah satu kunci utama dalam mempercepat transformasi pertanian nasional.

“Pemanfaatan alsintan harus terus didorong untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya usaha tani. Mekanisasi yang tepat akan meringankan beban kerja petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa inovasi Alsintan harus berjalan seiring penguatan kapasitas SDM pertanian.

“Alsintan yang dikembangkan harus mudah digunakan dan sesuai kondisi lapangan. Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan yang tepat, petani akan lebih cepat mengadopsi teknologi dan merasakan langsung manfaatnya,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Kegiatan koordinasi dihadiri Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani bersama jajarannya serta tim dari Pengurus Pusat Perteta, dipimpin oleh Prof Iqbal Salim dan Tim Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan dalam koordinasi tersebut, dibahas sejumlah agenda penting. Mulai dari penentuan tim kerja, pembagian peran dan tanggung jawab antarinstansi, hingga penentuan bentuk dan konsep desain transplanter yang akan dikembangkan. 

"Prototipe transplanter dirancang untuk membantu petani dalam proses tanam padi agar lebih cepat, rapi dan efisien sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja yang semakin terbatas," katanya.

Jamaluddin Al Afgani menegaskan, kerjasama dengan Perteta merupakan langkah konkret dalam menghadirkan inovasi alsintan yang berbasis kebutuhan nyata petani. 

"Pengembangan prototipe tidak hanya berorientasi pada teknologi, juga pada kemudahan penggunaan dan keberlanjutan di tingkat petani," katanya lagi.

Alsintan Tepat Guna

BBPP Batangkaluku, ungkap Jamaluddin, berkomitmen mendukung pengembangan Alsintan yang aplikatif dan tepat guna. Kolaborasi bersama Perteta, diharapkan menghasilkan transplanter yang dapat membantu petani meningkatkan efisiensi tanam padi.

Melalui koordinasi tersebut, BBPP Batangkaluku bersama Perteta sepakat menindaklanjuti hasil pertemuan dengan proses perancangan teknis dan pembuatan prototype transplanter padi. 

Ke depan, prototipe tersebut direncanakan untuk uji coba di lapangan sebagai bagian dari upaya Kementan memperkuat mekanisasi pertanian dan mendukung peningkatan produktivitas padi nasional.

Jamaluddin Al Afgani berharap, pertemuan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam merancang dan mengembangkan transplanter padi yang lebih sederhana, efisien, dan mudah dioperasikan oleh petani di lapangan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup