BANJARBARU - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya SMK-PP Negeri Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) senantiasa mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari visi Indonesia Maju Indonesia Emas yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto terutama produktivitas komoditas jagung.
Peningkatan produktivitas jagung menjadi tanggung jawab Kepolisian RI (Polri) sebagai pelaksana utama didukung Kementan bagi program tanam jagung nasional seluas 1 juta hektare pada 2025.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan untuk Kalsel, salah satu lahan produksi jagung di lahan praktik (Teaching Factory/TeFa) Guntung Lua dari SMK-PP Negeri Banjarbaru yang siap panen.
Kegiatan panen jagung Kalsel dihadiri oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Pius Febri X Aceng Loda dan jajaran, perwakilan SDM Polda Kalsel serta Wakil Kepala SMK-PP Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita beserta guru dan tim lahan pada Kamis (4/12).
Dukungan tersebut selaras dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menegaskan fokus Kementerian Pertanian pada peningkatan produksi pangan terutama padi, untuk mempercepat swasembada sebagai prioritas nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kebijakan.
“Semua harus berkolaborasi untuk mendorong ketahanan pangan nasional. Peran petani, khususnya padi, sangat penting. Saat ini stok beras kita tertinggi dalam sejarah. Untuk mencapai swasembada, kita harus bekerja keras bersama,” ujarnya.
SMKPPN Banjarbaru
Sebagai UPT Kementan, SMK-PP Negeri Banjarbaru konsisten mendukung kebijakan sektor pertanian melalui berbagai bentuk kolaborasi antarlembaga.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Polres Banjarbaru bersama SMK-PP Negeri Banjarbaru melaksanakan panen jagung, Kamis (04/12/2025).
Wakasek Bidang Kurikulum SMK-PP, Airin Nurmarita, mengatakan, Kementan didukung penuh oleh Polres Banjarbaru dan Polda Kalsel, tidak hanya melalui kehadiran personel, juga penyediaan combine harvester yang sangat membantu percepatan panen.
"Kolaborasi seperti ini membuat kegiatan praktik siswa dan pemanfaatan lahan sekolah jauh lebih optimal," katanya.
Sementara itu, panen raya jagung pipil di lahan sekitar dua hektar dijelaskan oleh Tim TeFa pada SMK-PP Negeri Banjarbaru.
"Panen dilakukan menggunakan varietas Sumo Sakti dengan estimasi produktivitas 7–8 ton per hektare, sehingga total produksi diperkirakan mencapai 14 hingga 16 ton," ungkap Airin Nurmarita.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, sebagai UPT Kementan, SMK-PP Negeri Banjarbaru menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah.
"Panen jagung merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo, di mana Polri menjadi pelaksana utama melalui program tanam jagung nasional seluas 1 juta hektare pada 2025, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]