01 Juni 2026
Pertanian

Gapai Dunia Kerja, Siswa SMK-PP Negeri Kementan PKL ke Iduka dan Brigade Pangan di Kalimantan

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni mengingatkan bahwa PKL merupakan kegiatan kurikulum yang wajib diikuti siswa/i, sebagai salah satu syarat untuk kelulusan seperti pada Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] untuk mendukung Brigade Pangan di Kalimantan.

BANJARBARU - Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DluDi) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.

Guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian RI (Kementan) memaksimalkan pendidikan vokasi.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman Sulaiman mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian. 

"Peningkatan produksi padi diharapkan dapat menjawab tantangan semakin meningkatnya kebutuhan pangan nasional dari tahun ke tahun," katanya. 

Ada pun peningkatan produksi padi dapat dicapai dengan meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi yang berkelanjutan dan efisien melalui pengembangan pertanian modern. 

"Masa depan pertanian di tangan anak-anak muda. Mereka menentukan arah pembangunan pertanian. Oleh sebab itu, kita berharap generasi muda bisa memperkaya diri dengan Iptek bidang pertanian," ungkap Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berkomitmen mendorong pendidikan vokasi pertanian melakukan link and match dengan industri salah satunya dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, sekolah yang dipimpinnya selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang pendidikan vokasi pertanian di bawah naungan BPPSDMP Kementan, terus mempersiapkan lulusannya dengan baik, salah satunya dengan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Pengantaran PKL atau Magang bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran (TP) 2025/2026 dimulai Selasa (21/6) hingga Jumat (4/7). 

"Pengantaran dilakukan ke berbagai tempat di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," katanya.

Adapun tempat magang siswa, ungkap Yudi Astoni, di antaranya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP); perusahaan kelapa sawit yakni PT CPKA, PT GMK, PT KJW); perhotelan pada Hotel Rodhita dan Qin; BSPJI, Cafe Setara, ABBA Coklat, Wulandari Catering dan PT Sarigading.

Menurutnya, kegiatan magang 2025 diikuti 83 siswa Kelas XII yakni Prodi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 30 siswa, Agribisnis Tanaman Perkebunan 32 siswa dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian 21 siswa.

Salah satu pengantaran magang dilakukan oleh Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni didampingi jajaran guru pada Rabu (02/7) di BPP Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur. 

Pada momen tersebut, terdapat 15 orang terdiri atas 3 siswa dan 12 siswi Kelas XII dari Prodi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.

"Lokasi penempatan di Desa Kupang Bersih dan Desa Tumpung Ulung di Kecamatan Pematang Karau," kata Yudi Astoni.

Kegiatan Kurikulum

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengingatkan bahwa PKL merupakan kegiatan kurikulum yang wajib dilakukan oleh siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru, sebagai salah satu syarat untuk kelulusan.

"Penempatan siswa kami di Kabupaten Barito Timur, khususnya di Kecamatan Pematang Karau dipilih, karena terkait tugas kami sebagai PJ Swasembada Pangan di Provinsi Kalimantan Tengah," katanya.

Khusus untuk Kecamatan Pematang Karau, ungkap Yudi Astoni, luasan LTT-nya juga besar, sehingga difokuskan pada lokasi.

Tampak hadir Sekretaris Camat Pematang Karau, Kepala Desa Kupang Bersih, Kepala BPP Pematang Karau, Para Penyuluh Kecamatan Pematang Karau dan para Manajer Brigade Pangan. [Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup