01 Juni 2026
Pertanian

Regenerasi Pertanian, Kementan Evaluasi dan Siapkan `Exit Strategy`

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Peserta koordinasi Exit Strategy selama tiga hari di Banjarmasin bersama Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni [tengah] selaku Penanggung Jawab Program YESS Kalsel didampingi Project Manager PPIU Kalsel, Angga Tri Aditia Permana.

BANJARMASIN - Regenerasi petani dan penumbuhan jiwa wirausaha pertanian menjadi fokus dari program Kementerian Pertanian RI, salah satunya Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) atas kolaborasi dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). 

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman terus berupaya meningkatkan produksi pangan strategis. 

"Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Program YESS menjadi salah satu barometer.

"Menciptakan petani milenial yang memberdayakan sumber daya alam dengan kekuatan sumber daya manusia di dunia bisnis bagi pemuda tani di pedesaan," katanya.

SMK-PP Negeri Banjarbaru, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan koordinasi dalam rangka evaluasi pelaksanaan Program YESS

Kegiatan tersebut juga mempersiapkan Strategi Keberlanjutan Program atau Exit Strategy selama tiga hari, 12 - 14 Desember 2024 di Best World Kindai Hotel, Banjarmasin.

Hadir sejumlah pemangku kepentingan di antaranya Kantor Dinas Pertanian selaku District Implementation Team (DIT), Bappeda sebagai District Coordination Team (DCT), para mobilizer, dan Finansial Advisor dari empat kabupaten intervensi Program YESS di Kalsel yakni Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Selatan.

Dalam pembukaannya, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni selaku Penanggung Jawab Program YESS Kalsel menyampaikan harapannya agar semua pihak tetap bersinergi. 

"Kami berharap para stakeholder dapat terus memberikan dukungan, menyajikan data akurat, dan menjalankan kegiatan sesuai pedoman," katanya.

Selain itu, Yudi Astoni berharap Dinas Pertanian dan pemerintah kabupaten mampu menangkap dan mereplikasi program ini untuk pengembangan wilayah masing-masing.

Sementara itu Project Manager PPIU Kalsel, Angga Tri Aditia Permana menekankan tentang pentingnya perumusan strategi keberlanjutan untuk memastikan manfaat program terus dirasakan. 

"Kami perlu merancang strategi pendampingan dan akses pasar agar keberlanjutan program ini dapat terjamin," katanya.

Penting bagi Bappeda, kata Angga Tri, untuk mengawal dan menjadikan program ini prioritas, serta berkomunikasi dengan bupati terpilih di masing-masing daerah. 

"Strategi ini tidak hanya menyasar regenerasi petani, juga mendukung pengembangan sektor pertanian lainnya seperti pemanfaatan teknologi, akses produk ke pasar, dan pembentukan ekosistem yang solid," ungkapnya.

Selain evaluasi, ungkap Angga, koordinasi ini juga membahas langkah-langkah strategis yang akan diusulkan kepada pemerintah pusat dalam pertemuan mendatang. 

Diskusi diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang mendukung keberlanjutan program serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memajukan sektor pertanian di Kalsel.

Program YESS bertujuan menciptakan wirausahawan muda yang tangguh dan mandiri, serta meningkatkan peluang kerja di sektor pertanian melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas generasi muda. 

"Dengan adanya evaluasi dan persiapan strategi keberlanjutan ini, diharapkan program tersebut dapat terus memberikan dampak positif bagi pembangunan pertanian di daerah. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup