19 Juni 2026
Pertanian

Bisnis Start Up, SMKPP Kementan Cetak Wirausahawan Muda Pertanian

post-img
SMKPPN BANJARBARU: 85 siswa Kelas X Tahun Ajaran 2022/2023 tampak antusias mengikuti workshop bersama pemateri dari praktisi, DPM Kalsel, pengusaha bidang pertanian, guru dan PPIU dari Program YESS Kalsel usai pembukaan workshop di Banjarbaru.

BANJARBARU - Kementerian Pertanian RI terus berupaya mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern, di antaranya melalui program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian [PWMP] untuk melahirkan lebih banyak petani milenial dan wirausahawan muda pertanian bagi pengembangan pertanian berkelanjutan.

Didukung Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme [Program YESS] di wilayah Kalimantan, SMKPPN Banjarbaru mempersiapkan calon-calon peserta PWMP, dengan menggelar Workshop Start Up PWMP bagi siswa kelas X Tahun Ajaran 2022/2023 di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel].

Dimulai sejak Jumat pekan lalu [27/1] kegiatan workshop selama dua hari, diikuti 85 siswa Kelas X. Mereka mendapatkan materi dari praktisi, Duta Petani Milenial [DPM] Kalsel, pengusaha bidang pertanian, guru dan Provincial Project Implementation Unit [PPIU] dari Program YESS Kalsel.

Upaya tersebut sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tentang menyinggung peran penting petani milenial dalam pengelolaan pertanian saat ini maupun ke depan secara berkelanjutan.

“Pertanian yang dibutuhkan saat ini adalah efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan petani milenial yang modern. Modern, berarti kita bicara tentang SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmu, teknologi dan mekanisasi masih seperti kemarin. Harus ada pembaharuan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi, mengatakan, guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, maka penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan harus dilakukan.

Melalui institusi pendidikan vokasi yang dimiliki, katanya, Kementan akan melahirkan SDM kompetitif sebagai tenaga kerja dan pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, profesional dan mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin.

“Pengusaha pertanian milenial diharapkan mampu menjadi resonansi, penggebuk tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi maju, mandiri, dan modern,” kata Dedi Nursyamsi.

Menindaklanjuti hal di atas, Kementan bekerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melalui Program YESS bergerak untuk mendukung dan memfasilitasi calon atau petani milenial melalui Program PWMP.

Salah satu lokasi pelaksanaan PWMP Program YESS dilaksanakan oleh SMKPPN Banjarbaru selaku PPIU Kalsel menyiapkan calon-calon peserta PWMP tahun 2023, dengan menggelar Workshop Start Up PWMP bagi siswa kelas X Tahun Ajaran 2022/2023.

Adapun materi yang bagi siswa peserta di antaranya Motivasi Berprestasi, Promosi, Kemitraan dan Networking, Strategi Bersaing & Keberhasilan Usaha, Juknis dan Monitoring Evaluasi PWMP Tahap Penumbuhan, Success Story of Agripreneur, Pembukuan Sederhana PWMP, dan Penyusunan Business Plan.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Budi Santoso membuka workshop diwakili Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Airin Nurmarita mengatakan bahwa workshop bertujuan memberikan penyadaran dan penumbuhan generasi muda di bidang kewirausahaan pertanian yang diwujudkan dalam bentuk bisnis pertanian.

"Nantinya komoditas atau bidang usaha yang diambil oleh setiap kelompok PWMP untuk 2023 akan disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang mereka ambil, sehingga akan ada kesinambungan antara jurusan dan bidang usahanya," katanya. [Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup