BANJARBARU (Kepopedia) - Palang Merah Remaja (PMR) SMK-PP Negeri Banjarbaru kembali mengukir prestasi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada ´Lomba Kepalangmerahan se-Kalsel Terbuka 2026´, PMR SMKPPN Banjarbaru sekolah berhasil meraih tiga piala dari sejumlah cabang perlombaan.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengapresiasi kerja keras dan semangat para siswa yang telah mengharumkan kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kota Banjarbaru, Kalsel.
Lomba kepalangmerahan yang diikuti PMR dari seluruh Kalsel berlangsung dua hari, 29 - 30 Agustus 2026 diselenggarakan oleh PMR SMA Negeri 11 Banjarmasinm untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 SMAN 11 Banjarmasin.
Capaian tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan dan PEPI memiliki peran penting memajukan pertanian.
"Pertanian harus dikelola dengan pendekatan kekinian dan didukung sumber daya manusia yang memadai," katanya.
Kementan terus mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu upaya menyiapkan generasi muda pertanian yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.
"Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) menjadi salah satu wadah penting menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi untuk mendukung pembangunan pertanian," ungkap Mentan Amran.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran generasi muda bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.
“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai, terlepas dari generasi pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.
Sementara itu Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian memiliki tanggung jawab strategis mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif dan siap terjun langsung dalam pembangunan sektor pertanian.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan raihan tiga piala dalam ajang Lomba Kepalangmerahan se-Kalsel Terbuka 2026, diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik, pertanian maupun kegiatan sosial kemanusiaan.
Mengusung tema Aksi Nyata Tolong-Menolong Antar Remaja dengan Ikhlas, Kepedulian, Solidaritas, dan Aksi Cepat disingkat Antariksa, maka ´Lomba Kepalangmerahan se-Kalsel Terbuka 2026´ diikuti oleh para pelajar tingkat MA/Wira/Madya dari sejumlah wilayah di Kalsel.
"Semangat Antariksa juga diharapkan tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, solidaritas, semangat tolong-menolong dan kesiapsiagaan membantu sesama," katanya.
Angga Tri mengatakan, tema tersebut menjadi semangat bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan keterampilan kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, kerja sama tim dan kepedulian terhadap sesama.
"Dengan persiapan dan latihan yang intensif, tim PMR tingkat Wira SMK-PP Negeri Banjarbaru tampil optimal dan berhasil meraih tiga prestasi," katanya.
Tiga Piala
Angga Tri mengapresiasi capaian para siswanya. Prestasi pertama diraih oleh tim Abdul Ghani, Aufa Yumna Putri, dan Muhammad Fawwaz Nurkholis yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Tandu Cepat Tingkat Wira.
Kecepatan, ketepatan, dan kekompakan menjadi kunci keberhasilan tim dalam menaklukkan tantangan perlombaan.
Prestasi berikutnya dari cabang Lomba Presentasi ´Ayo Siaga Bencana´ tingkat Wira diraih oleh Mutiara Salsabilah, Isma Alfisyah dan Antung Akhmad Apriyandi sebagai Juara Harapan 2 melalui penyampaian materi edukatif dan lugas.
Sementara Muhammad Ilham Dwi Cahaya, Ridho Ramadan, dan Vien Agus Tina Tando melengkapi raihan prestasi dengan meraih Juara Harapan 3 Lomba Tandu Cepat Tingkat Wira.
Pembentukan Karakter
Angga Tri mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata, siswa-siswi SMK-PP Negeri Banjarbaru tidak hanya fokus dan unggul bidang akademis serta pertanian, juga memiliki kepekaan sosial, ketangguhan fisik dan jiwa kemanusiaan tinggi..
"Keterlibatan siswa pada kegiatan kepalangmerahan menjadi bagian penting pembentukan karakter," katanya.
Angga Tri menambahkan bahwa melalui PMR, siswa belajar bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab sekaligus memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan membantu sesamanya.
"Prestasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pendidikan vokasi pertanian membentuk SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, juga karakter dan kemampuan sosial," katanya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]