25 April 2026
Internasional

Kedubes Malaysia Dilempari Telur, Protes Pekerja Migran Tewas Ditembak

post-img
PEKERJA MIGRAN: Para pengunjuk rasa melemparkan telur di depan Kedubes Malaysia di Jakarta, Kamis, menyusul penembakan yang menewaskan seorang pekerja migran Indonesia di perairan Malaysia. [Foto: Associated Press]

SEJUMLAH pengunjuk rasa, yang marah atas tewasnya seorang penembakan fatal seorang pekerja migran Indonesia di perairan tetangga, melemparkan telur pada Kamis [30/1] di Kedutaan Besar [Kedubes] Malaysia di Jakarta.

Seorang pekerja migran berusia 50 tahun ditembak mati dan empat lainnya terluka pada 24 Januari setelah Badan Penegakan Hukum Maritim Malaysia disingkat APMM, melepaskan tembakan ke kapal mereka karena diduga melakukan pelanggaran di perairan lepas Pantai Tanjung Rhu di negara bagian Selangor.

Pihak berwenang Indonesia di provinsi Riau pada Rabu menerima jenazah pria tersebut.

Hampir 100 demonstran dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan serikat buruh berkumpul pada Kamis [30/1] di depan Kedubes Malaysia, di kawasan Kuningan, Jakarta. Telur menutupi simbol negara Malaysia di gerbang misi, dan bangunan itu sendiri tampak memiliki noda telur dan cangkang yang retak di atasnya.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan, "Tangkap dan penjarakan polisi Malaysia yang menembak mati pekerja migran Indonesia," seperti dikutip Associated Press yang dilansir MailOnline.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 25 Januari, sehari setelah insiden tersebut, bahwa penembakan yang berakibat fatal itu terjadi saat kelima warga negara Indonesia tersebut berusaha meninggalkan Malaysia secara ilegal. Kementerian tersebut sejak saat itu menuntut penyelidikan menyeluruh, khususnya terhadap kemungkinan penggunaan kekerasan berlebihan oleh APMM.

Penembakan tersebut menimbulkan kecaman nasional di Indonesia setelah sebuah video dari salah satu korban menjadi viral di media sosial minggu lalu. Video tersebut menunjukkan beberapa migran Indonesia terkulai dengan luka tembak di dekat sebuah perahu. Wajah mereka juga tampak pucat karena menahan rasa sakit di samping tubuh seorang rekan kerja.

Insiden tersebut hanyalah satu dari daftar panjang kematian pekerja migran Indonesia yang diduga dilakukan otoritas Malaysia, kata Wahyu Susilo, Direktur Eksekutif Migrant Care, sebuah kelompok advokasi untuk pekerja migran Indonesia.

Migrant Care mengatakan catatannya menunjukkan sedikitnya 75 pembunuhan semacam itu sejak 2005. Kelompok itu mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk tidak menutup mata terhadap kematian migran karena khawatir akan memperburuk hubungan dengan Malaysia.

Dalam kunjungannya baru-baru ini ke Malaysia, Presiden Prabowo Subianto berjanji untuk bekerja sama dengan pemerintah Malaysia guna menyelesaikan masalah seputar pekerja migran.

"Kami akan menyelesaikan masalah bilateral kami, termasuk yang seputar ketenagakerjaan. Kami telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di semua sektor," kata Subianto dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, selama kunjungan kenegaraannya pada hari Senin, hanya tiga hari setelah penembakan fatal di Selangor.

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup