JOMBANG - Kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin di Kota Jombang disambut demonstrasi sejumlah aktivis dari Aliansi Kota Santi Lawan Kekerasan Seksual.
Demo tersebut tidak melibatkan massa dalam jumlah banyak. Hanya dua orang membentangkan poster menuntut kasus pemerkosaan terhadap santriwati yang diduga dilakukan MSAT, anak salah satu kiai pesantren di wilayah Jombang.
“Pak Ma’ruf Amin, bantu tangkap MSAT. Kasihan korban,” demikian tulisan yang ada di poster yang dibentangkan salah satu pendemo bernama Abdurrahman.
Disamping Abdurahman ada seorang perempuan berjilbab yang juga anggota Aliansi Kota Santi Lawan Kekerasan Seksual. Aksi tersebut tidak berlangsung lama. Dua aktivis itu kemudian bergeser ke titik lainnya, yakni di sebelah selatan untuk melakukan hal serupa.
Dalam pernyataan tertulisnya, Abdurrahman mengatakan, sebagai pimpinan negara kunjungan kerja ini tentu saja penting bagi Kiai Ma’ruf Amin. Yakni dalam rangka meningkatkan kepekaan terhadap perubahan situasi dan ragam permasalahan di daerah yang menjadi perhatian Nasional.
“Namun Kiai Ma’ruf Amin jangan menutup mata terhadap fakta persoalan “Darurat Ruang Aman” di pesantren yang ada di Kabupaten Jombang. Untuk itu, kami minta jamin keadilan korban dan jangan diamkan praktik diskriminatif dalam penegakan hukum tersangka (DPO) M. Subchi Azal Tsani,” ujarnya.
Abdurrahman menilai, kasus perkosaan itu tentu saja bukan sekedar persoalan diskriminatif dalam upaya penegakan hukum. Dibalik itu banyak persoalan non yuridis yang membuat proses penegakan hukum berjalan tidak profesional dan hingga kini Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur tidak mampu menangkap tersangka yang statusnya DPO (Daftar Pencarian Orang) sejak 13 Januari 2022.
Dalam pernyataan tertulis itu, Aliansi Kota Santi Lawan Kekerasan Seksual mengusung tiga tuntutan. Pertama, meminta Wapres merespon permasalahan kasus kekerasan seksual yang menjerat tersangka MSAT. Kedua, mendesak adanya koordinasi lintas stakeholder penangaanan kasus demi menjamin akuntabilitas hukum dan keadilan korban Kekerasan seksual. Terakhir, Aliansi Kota Santi Lawan Kekerasan Seksual mendesak Polda Jatim segera menangkap tersangka MSAT.