BOJONEGORO – Dua jenazah yang telah dimakamkan belasan tahun di pemakaman umum Dusun Mindi, Kabupaten Bojonegoro muncul ke permukaan, akibat terjadinya tanah longsor.
Jenazah tersebut akhirnya dimakamkan lagi oleh warga setempat secara gotong royong. Dalam unggahan video amatir, dua sosok mayat yang muncul ke permukaan itu terbalut kafan yang masih utuh.
Kepala Desa Sugihwaras, Amir mengatakan, makam yang terkena longsor akibar banjir itu oleh pihak keluarga kemudian dipindah ke lokasi lain. Dua makam yang terdampak longsor itu lokasinya di tebing sungai dan rawan tergerus banjir.
“Karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan, sehingga makam tersebut dipindahkan,” ujarnya, Jumat (18/11).
Kades Amir menambahkan, sebelumnya sungai di dusun setempat terjadi banjir. Sehingga tebing sungai yang berada di pinggir makam mengalami longsor.
Karena dari pihak keluarga khawatir ada longsor susulan, sehingga atas inisiatif dan rembug keluarga, pada Rabu (16/11) sekitar pukul 10.00 WIB, dua makam itu dipindah.
“Begitu sebenarnya. Jadi bukan temuan. Dibongkar kemarin, lalu dipindah di tempat pemakaman yang sama. Cuma posisinya saja agak jauh dari tebing sungai yang longsor,” tambahnya.
Kades membenarkan saat dibongkar, kondisi kedua jasad tersebut bungkus kain kafannya masih utuh. Namun, dia tidak dapat memastikan apakah kedua jasad di dalamnya masih utuh.
“Kalau mori (kafan) yang masih utuh itu saya benarkan. Dua-duanya memang masih utuh. Artinya utuh itu kita tidak tahu di dalamnya, tetapi posisi kain morinya masih utuh. Kalau di dalamnya tidak sampai diperiksa,” kata Amir.
Saat ditanya terkait identitas kedua jasad tersebut, Amir mengaku kurang tahu persis, termasuk kapan kedua jasad tersebut meninggal dunia. “Kalau kaitan dengan identitas termasuk meninggalnya sudah berapa tahun, saya kurang paham. Kabarnya kedua jasad itu bersaudara. Nanti hubungi pihak keluarga ya,” kata Kades.
Sementara itu, saat awak media ini menghubungi salah satu pihak keluarga, nomor teleponnya tidak aktif, sehingga saat berita ini ditulis, identitas kedua jasad termasuk kapan meninggalnya masih belum diketahui secara pasti.