27 April 2026
peristiwa

Beri Kesaksian Palsu, Pihak Brigadir J Minta ART Sambo Ditahan

post-img
KASUS POLRI: Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo bernama Susi saat hadir menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir Yoshua di pengadilan negeri Jakarta Selatan.

JAKARTA - Pengacara pihak Brigadir Yosua (Brigadir J) Martin Lukas Simanjuntak menilai asisten rumah tangga (ART) Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo memberikan jawaban berbelit dan berbohong saat menjadi saksi persidangan kasus penembakan Brigadir J.

"Apabila ada kecurigaan saksi ini berbohong terapkan saja pasal 174 dan kenakan pasal 242 jadikan tersangka, tahan," ujar Martin saat dihubungi, Kamis (3/11).

Martin juga menilai para ART tersebut perlu kembali diberi kesempatan untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, bila kesaksian yang diberikan masih berbohong maka dapat dijadikan tersangka dan ditahan.

"Berikan dulu kesempatan sekali lagi, nanti konfrontir dengan saksi-saksi lain, kalau dia masih tetap berdusta atau bersaksi palsu di bawah sumpah, ya hakim punya hak untuk menilai apakah kesaksian itu diduga keras berbohong, ya jadikan tersangka, tahan," tuturnya.

Selain itu, Martin menilai para ART Sambo tersebut sebaiknya perlu dipisahkan dari Sambo dan Putri Candrawathi agar dapat memberikan keterangan yang sesuai. Sebab para ART ini diketahui masih bekerja dan menerima gaji dari Sambo.

"Apa sih yang mau kita harapkan dari saksi yang statusnya masih karyawan upahan. Mereka ini kan diupah. Bahkan kemarin Susi mengaku di persidangan sampai saat ini gajihnya masih dibayar sama majikannya. Nah apakah mungkin ketika kita membayar orang gajinya lalu dia melawan kita, nggak mungkin," tuturnya.

"Makannya satu-satunya cara yang paling benar adalah sebelum persidangan dimulai, pisahkan mereka dari majikannya, berikan pekerjaan, berikan upah yang layak, berikan kemanan, berikan jaminan baru selanjutnya hadirkan di persidangan," sambungnya.

Tidak hanya itu, kondisi Putri yang tidak ditahan saat ditetapkan sebagai tersangka juga disebut mempengaruhi keterangan para ART. Sebab ia menilai Putri dapat memberikan arahan-arahan tertentu kepada para ART.

"Dan yang lebih salah lagi di awal, Putri tuh tidak ditahan ketika jadi tersangka makannya dia masih bisa melakukan pengkondisian-pengkondisian tertentu. Itu jeleknya apabila kita melakukan penegakkan hukum setengah-setengah," ujarnya.

Diketahui dua ART Sambo telah diperiksa dalam persidangan, keduanya yaitu Susi dan Kodir. Susi yang lebih dulu menjadi saksi berulang kali ditegur hakim karena dianggap tidak jujur di sidang pembunuhan Brigadir Yosua.

Sama halnya dengan Susi, Kodir juga mendapatkan teguran dari hakim dan jaksa karena dianggap berbohong dan memberikan keterangan berbelit. Tidak hanya itu, jaksa bahkan meminta hakim menetapkan Kodir sebagai tersangka.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup