27 April 2026
peristiwa

Kedok Pramusaji Warkop, Satpol PP Gresik Amankan PSK

post-img
MENJAGA KETERTIBAN: Petugas Satpol-PP saat mengamankan sejumlah PSK yang berkedok menjadi pramusaji warung kopi.

GRESIK - Petugas Satuan Pamong Praja kembali mengamankan beberapa perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berkedok menjadi pramusaji warung kopi (Warkop) di Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Satpol PP Gresik Suprapto menuturkan, ada lima perempuan yang berprofesi sebagai pramusaji dan diduga sebagai PSK. 

“Sewaktu dilakukan penertiban ada empat perempuan bersembunyi di dalam kamar. Sementara, satu berusaha kabur saat petugas datang, namun bisa diamankan,” tuturnya, Rabu (22/06).

Ia menambahkan, selain menyasar di warkop di wilayah Kecamatan Kedamean. Hal yang sama dilakukan di warkop di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme. “Di tempat tersebut kami mengamankan empat orang pramusaji perempuan. Jadi total ada sembilan orang dibawa ke Kantor Dinas Satpol PP untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Sewaktu menjalani pemeriksaan lanjut Suprapto, lima perempuan yang terjaring di Samanleak Kedamean, mengaku juga melayani lelaki hidung belang. Mereka itu semua merupakan warga dari luar Gresik.

“Identitasnya A asal Kuningan, SA, T asal Cirebon keduanya berusia 19 tahun, TR Brebes dan P asal Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Kelima perempuan tersebut kata dia, langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pembinaan. Sedangkan empat perempuan yang diamankan di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme merupakan pelayan di warung kopi lalu diberi surat pernyataan menjaga ketentraman dan ketertiban serta tidak menyediakan karaoke.

“Kedepan, kami akan mengundang kepala desa untuk melakukan koordinasi dalam rangka penataan warung agar lebih tertib dan tidak menganggu lingkungan,” pungkas Suprapto.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup