19 Mei 2024
Pertanian

Raih 58,6%, Media Asing Sorot Kegigihan Prabowo Ikuti Pilpres sejak 2009

post-img
PILPRES 2024: Ambisi politik Prabowo diawali pada 2004 namun gagal menjadi calon presiden pada Konvensi Partai Golkar. Dia mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada 2009 namun gagal. Dia pun kembali kalah dalam dua Pilpres berikutnya, 2014 dan 2019 oleh Joko Widodo. [Foto: AFP/MailOnline]

KOMISI Pemilihan Umum RI [KPU] menetapkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029 pada Rabu malam [20/3].

Penetapan KPU atas hasil perhitungan suara dari 38 provinsi disoroti media asing, yang menyebut bahwa Prabowo memenangkan Pemilihan Presiden RI [Pilpres] dengan meyakinkan kendati dibayangi tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia [HAM] saat menjabat Pangkostrad di penghujung kekuasaan Presiden Soeharto.

Prabowo mengklaim kemenangan pada putaran pertama atas dua rivalnya, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar serta Ganjar Pranowo - Mahfud MD pada Pilpres 14 Februari 2024, namun secara resmi diumumkan KPU sebagai pemenang Pilpres oleh KPU pada Rabu [20/3] yang merupakan puncak perjuangannya selama puluhan tahun untuk memenangkan Pilpres.

Media asing AFP seperti dilansir MailOnline menyebut Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto memenangkan kursi kepresidenan setelah perubahan citra dan peningkatan popularitas yang didukung oleh kekayaan, semangat nasionalis dan kredibilitasnya yang kuat sebagai mantan Pangkostrad.

"Pada usia 18 tahun, saya menandatangani sumpah sebagai prajurit TNI, saya siap mati demi rakyat dan bangsa. Saya belum mencabut sumpah tersebut. Saya siap jika Tuhan memanggil saya," katanya pada kampanye sebelum pemilu, seraya menyebutkan prestasinya sebagai prajurit TNI.

Ambisi politik Prabowo diawali pada 2004 namun ia gagal menjadi calon presiden pada Konvensi Partai Golkar.

Prabowo mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada 2009 bersama mantan Presiden Megawati Sukarnoputri, namun gagal. Dia pun kembali kalah dalam dua Pilpres berikutnya, 2014 dan 2019 oleh Joko Widodo yang akan mengakhiri jabatan presiden dua periode pada Oktober 2024.

Masyarakat sipil Indonesia menyatakan kekhawatirannya bahwa Prabowo dapat memutarbalikkan kebebasan demokrasi yang telah diperoleh dengan susah payah, merujuk pada tuduhan bahwa ia memerintahkan penculikan aktivis demokrasi pada akhir pemerintahan Suharto.

Prabowo diberhentikan dari militer pada 1998 karena penculikan tersebut. Amerika Serikat selama bertahun-tahun menolak visanya karena catatan hak asasi manusianya, namun ia membantah tuduhan tersebut dan tidak pernah didakwa.

Sejak saat itu, Prabowo telah memulihkan citranya, sebagian berkat kampanye media sosial yang cerdas yang menargetkan generasi muda Indonesia di mana ia digambarkan sebagai ´kakek yang menggemaskan´ alias Gemoy.

Meningkatnya peringkat dukungan yang menjadikannya favorit presiden juga disebabkan oleh kecerdikannya memilih putra sulung Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sebagai pasangannya.

Para pengamat mengatakan bahwa peluang bagi Prabowo terbantu oleh popularitas dan dukungan dari Joko Widodo, serta generasi muda Indonesia – lebih dari setengah dari hampir 205 juta pemilih yang memenuhi syarat – yang belum cukup umur pada masa pemerintahan Suharto.

“Kami akan berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami akan melanjutkan apa yang telah dibangun oleh presiden-presiden sebelumnya,” kata Prabowo dalam pidato terakhirnya kepada para pendukungnya pada kampanye.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup