BOGOR (Kepopedia) - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi 177 siswa/i Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor melalui program wisata edukasi Farmtastic! pada Kamis (1/10).
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty dalam sambutannya mengatakan, Farmtastic! diikuti siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) serta 20 pendamping, yang menjadi sarana pengenalan dunia pertanian, peternakan, pangan, lingkungan dan kesehatan hewan melalui pembelajaran langsung.
Upaya mengenalkan pertanian pada generasi muda tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang mendorong keterlibatan generasi muda pada pembangunan pertanian nasional.
"Sektor pertanian memiliki peluang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi, membangun usaha dan berkontribusi mewujudkan swasembada pangan," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya regenerasi petani melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan, Farmtastic! merupakan salah satu program unggulan sekaligus inovasi, mengembangkan edukasi berbasis pertanian dan peternakan yang dikemas menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Melalui Farmtastic!, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang nyata dan menyenangkan. Hari ini, kalian bukan hanya menjadi pengunjung, juga peserta pembelajaran,” katanya.
Anak-anak tidak hanya melihat dan mendengarkan, ungkap Inneke Kusumawaty, juga diajak mengamati, eksplorasi, bertanya, diskusi dan mendapatkan pengalaman langsung.
Dia menambahkan, Farmtastic! dirancang untuk menjadikan lingkungan BBPKH Cinagara sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan peserta mengenal berbagai aspek pertanian dan peternakan melalui pengalaman langsung.
Rangkaian Pembelajaran
Dalam kegiatan tersebut, peserta Farmtastic! mengikuti tiga rangkaian pembelajaran yakni Farm Explorer, Milk Venturer dan Grow and Glow, yang masing-masing menawarkan pengalaman edukasi dengan pendekatan berbeda.
Inneke Kusumawaty mengatakan melalui Farm Explorer, para siswa diperkenalkan dengan dunia peternakan, termasuk cara pemeliharaan hewan dan pentingnya menjaga kesehatan hewan.
"Milk Venturer, mengajak peserta mengenal proses pengolahan susu hingga menjadi produk pangan yang dikonsumsi sehari-hari," katanya.
Sementara itu, Grow and Glow memberikan pengalaman mengenal tanaman, pertanian dan pemanfaatan lingkungan secara produktif.
Inneke Kusumawaty menambahkan, pengenalan pertanian dan peternakan sejak dini, penting untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai proses produksi pangan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta beragam profesi yang berperan di dalamnya.
“Pertanian dan peternakan bukan hanya tentang menanam dan memelihara hewan. Di dalamnya terdapat ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan hewan, pangan, lingkungan, kewirausahaan, dan berbagai profesi," katanya.
Dia berharap Farmtastic! dapat membuka wawasan anak-anak bahwa sektor pertanian dan peternakan memiliki banyak peluang dan dapat menjadi bagian dari cita-cita mereka di masa depan.
SDM Pertanian
Pengenalan sektor pertanian sejak dini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan ketertarikan generasi muda sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pendidikan, profesi, dan kewirausahaan di bidang pertanian.
Kepala Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor, Fitri Puspitasari menyambut baik kegiatan wisata edukasi tersebut, sebagai kesempatan bagi siswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
“Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung bagi siswa-siswi kami di lapangan, sehingga materi yang selama ini mereka peroleh di dalam kelas dapat diintegrasikan dengan pengalaman nyata," katanya.
Menurut Fitri Puspitasari, Banyak hal yang dapat mereka pelajari, mulai dari pertanian terintegrasi, peternakan, hingga pengolahan produk hasil ternak seperti pembuatan yoghurt dan berbagai produk pangan lainnya.
Dia berharap, pengalaman belajar dan melihat langsung berbagai proses, dapat menggugah minat peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, wawasan mengenai pertanian, peternakan dan pengolahan hasilnya juga diharapkan menjadi referensi, sekaligus inspirasi bagi para siswa untuk mengenal peluang wirausaha di masa mendatang.
Inneke Kusumawaty menegaskan, melalui Farmtastic!, BBPKH Cinagara terus mengembangkan peran sebagai pusat edukasi terbuka bagi masyarakat, khususnya mengenalkan pertanian, peternakan, pangan, lingkungan dan kesehatan hewan kepada generasi muda.
Pembelajaran berbasis pengalaman diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kecintaan pada dunia pertanian dan peternakan, serta inspirasi bagi siswa menentukan cita-cita mereka. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]